Banyak Lolos Lewat ‘Jalan Tikus’, Arus Balik Diperketat

Editor: KRjogja/Gus

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kementerian Perhubungan mengakui banyaknya pemudik yang lolos melalui ‘jalan tikus’ atau menggunakan kendaraan pribadi pada saat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H kemarin.

“Pemudik yang tidak minta izin sesuai dengan Surat Edaran Nomor 4 Gugus Tugas, mereka lewat ‘jalan tikus’ atau menggunakan kendaraan pribadi itu luput,” kata Direktur Prasarana Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Edi Nursalam dalam diskusi virtual ‘Arus Balik Mudik Lebaran di Masa Pandemi Covid-19’ di Jakarta, Rabu (27/5).

Edi menyebutkan, salah satu tujuan pemudik terbanyak adalah Jawa Tengah. “Nyatanya masih banyak, ada sekitar 897.000 orang ke Jawa Tengah, apakah mereka diizinkan Kementerian? Enggak. Yang diizinkan sedikit sekali,” katanya.

Ia pun mengakui, kondisi di lapangan yang menyebabkan peraturan berubah dimana Kemenhub sebelumnya menerbitkan Peraturan Menteri Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19 dan belum melarang mudik. Kemudian, lahirlah pelarangan mudik melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Selain itu, ia juga mendukung adanya ketentuan bagi para pebalik untuk mengantongi Surat Izin Keluar Masuk Wilayah DKI Jakarta dan Bodetabek sesuai dengan Pergub 47 Tahun 2020. Edi menegaskan, pihaknya juga akan memperketat penyekatan, terutama saat prediksi puncak arus balik pada 31 Mei 2020. (Ant/Sim)

BERITA REKOMENDASI