Banyak Patahan Lokal, Banjarnegara Jadi Daerah Rawan Gempa

YOGYA, KRJOGJA.com – Gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Banjarnegara bedasarkan analisasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) disebabkan oleh sesar lokal yang belum teridentifikasi namanya. Dan hingga semalam, belum ada gempa susulan.

Kepala Stasiun Geofisika Yogyakarta I Nyoman Sukanta mengatakan, tidak adanya gempa susulan menunjukkan stabilitas lempengan cukup kuat dan bagus. Sebab secara konsep, gempa susulan terjadi jika ada proses pergeseran batuan yang patah dan melepaskan energi, sehingga terjadi pergeseran yang disebut gempa.

“Menuju ke stabil, biasanya ada gerakan-gerakan lagi yang disebut gempa susulan. Kalau tidak ada gempa susulan, berarti stabilitasnya cukup kuat dan bagus,” katanya, Rabu (18/4/2018).

Dan berdasarkan hasil rekaman di BMKG, sampai semalam belum menunjukkan adanya gempa susulan. Nyoman mengatakan, Kabupaten Banjarnegara termasuk daerah rawan gempa. Karena disana banyak terdapat patahan-patahan lokal.

“Selain gempa, juga rawan longsor. Mengingat disana termasuk daerah perbukitan. Harapannya tidak ada gempa susulan,” ungkapnya.

Lebih lanjut I Nyoman menuturkan, berdasarkan rekaman, gempa di Kabupaten Banjarnegara termasuk gempa dangkal. Karena kedalamannya hanya 4 kilometer.

Seperti diketahui, gempa tektonik berkekutan 4,4 SR terjadi di Kabupaten Banjarnegara sekitar pukul 13.28 WIB. Berdasarkan analisis BMKG, pusat gempa di darat pada koordinat 7.21 LS dan 109,65 BT, pada jarak 52 km utara Kebumen pada kedalaman 4 kilometer. Gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Peta tingkat guncangan (shake map) BMKG menunjukkan, dampak gempabumi ini menimbulkan guncangan pada I  Skala Intensitas Gempabumi (SIG) BMKG atau II MMI di wilayah Banjarnegara.(Awh)

 

 

BERITA REKOMENDASI