Banyak Pemimpin Mengalami Krisis Keikhlasan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Afnan Hadikusumo menyampaikan keprihatinan bawasanya saat ini banyak pemimpin Indonesia yang mengalami krisis keikhlasan. Demokrasi Pancasila yang seharusnya menjadi acuan pun bergeser ke arah Demokrasi Liberal dengan tujuan akhir memperkaya diri sendiri.

Di hadapan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) DIY yang menjadi peserta dengar pendapat empat pilar di Kantor DPD RI DIY Yogyakarta Kamis (07/03/2019) malam, Afnan mengungkap pemimpin saat ini dengan era dahulu mengalami banyak perubahan nilai keikhlasan. Ia mencontohkan sang kakek, Ki Bagus Hadikusumo sejak awal rela berjualan batik tetangga di Jakarta demi mengongkosi perjalanannya bersidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Diakui Afnan, sang kakek kala itu mengajarkan bagaimana menjadi seorang pemimpin. Pentingnya sebuah kemandirian untuk bisa mengabdi pada rakyat tanpa membebankan tanggungan pada orang lain atau bahkan negara.

“Saat ini demokrasi kita sudah sangat liberal, nilai-nilai bangsa yang seharusnya dijunjung mulai luntur. Banyak pemimpin yang memilih memperkaya diri sendiri daripada memperjuangkan kepentingan rakyat dengan ikhlas,” ungkap Afnan.

Dari catatan Kemetrian Dalam Negeri (Kemendagri) tidak kurang 100 kepala daerah yang saat ini terjerat kasus korupsi dan harus mendekam di balik jeruji besi. Hal tersebut menurut dia sangat memprihatinkan dan harus menjadi pelajaran penting bagi para mahasiswa dari IMM DIY.

“Saya mengapresiasi keputusan Muhammadiyah untuk berdiri di tengah pada kontestasi politik ini, yang berarti memungkinkan IMM untuk berperan menjadi penengah sekaligus menawarkan jalan keluar persoalan bangsa tersebut,” sambungnya.

Sementara salah satu pembicara dalam dialog kebangsaan yang menjadi kesatuan dalam acara, Busyro Muqqodash mengingatkan agar kader Muhammadiyah tetap menjaga akal sehat di masa yang semakin semrawut saat ini. Pemikiran tentang ideologi bangsa, Pancasila dikacaukan oleh pihak-pihak yang sengaja membuat situasi tidak kondusif.

“Harapan saya teman-teman IMM tidak melakukan hal tersebut dan tetap sepakat bahwa kedaulatan itu di tangan rakyat, bukan justru menjadi milik partai politik,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Afnan juga mengingatkan pentingnya kemandirian bagi Bangsa Indonesia. Bidang pangan, air bersih dan energi menjadi isu yang terus menghangat untuk benar-benar diwujudkan pada tahun 2050 mendatang. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI