Banyak Toko Modern di Yogya Langgar Jam Operasional

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Selama tiga kali melakukan pemantauan, Forum Pemantau Independen (Forpi) Pakta Integritas Kota Yogya, menyayangkan masih maraknya pelanggaran yang dilakukan oleh toko modern. Terutama berkaitan jam operasional maupun fasilitas yang diberikan.

Menurut anggota Forpi Kota Yogya Baharudin, sesuai edaran yang dilayangkan Pemkot Yogya selama masa pandemi serta status tanggap darurat, operasional toko modern atau minimarket berjejaring dibatasi pukul 10.00 hingga 21.30 WIB. Selain itu fasilitas berupa meja dan kursi untuk tempat nongkrong pun diimbau agar ditarik untuk sementara waktu.

“Pemantauan yang kami lakukan hanya di beberapa ruas jalan. Kebanyakan yang melanggar terjadi di Jalan AM Sangaji dan Jalan Diponegoro,” katanya.

Pihaknya pun menyayangkan karena setiap kali melakukan pemantauan, selalu menemukan pelanggaran. Bentuk pelanggarannya pun bervariasi. Rata-rata menyangkut jam operasional yakni buka lebih awal atau tutup melebihi batas. Ada pula toko modern yang belum resmi buka karena masih di bawah pukul 10.00 WIB namun sudah menerima pembeli.

Baharudin mengaku, setiap hasil pemantauannya langsung ia laporkan ke perangkat dinas terkait agar ditindaklanjuti. Dirinya khawatir, jika setiap pelanggaran dilakukan pembiaran maka akan menimbulkan preseden yang tidak baik dalam penegakan aturan di lingkungan Pemkot Yogya.

“Sesuai dengan pakta integritas, organisasi perangkat daerah terkait harusnya peka melihat bentuk pelanggaran ini. Tidak lantas lempar tanggung jawab karena merasa bukan kewenangannya,” akunya.

Sementara Komandan Sat Pol PP Kota Yogya Agus Winarto, mengaku sudah menyiapkan skema penertiban terkait pelaku usaha yang ada di wilayah. Terutama kaitannya dengan penerapan protokol kesehatan sesuai Perwal 51/2020. Total ada ratusan unit usaha di wilayah yang diketahui belum menerapkan protokol dengan baik.

Operasi penertiban secara gabungan yang melibatkan TNI dan Polri rencananya akan dimulai periode 1 Oktober 2020 hingga akhir tahun. Sasarannya tidak hanya toko modern melainkan juga usaha tingkat kecil. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI