Banyak Warga Meninggal Saat Isoman, Dinkes Sebut Banyak yang Tak Mau ke Shelter

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – TRC BPBD DIY mendata lebih dari 105 warga meninggal dunia saat isolasi mandiri (isoman) periode Juni hingga 5 Juli lalu, dan jumlahnya terus bertambah hingga kini. Pemda DIY melalui Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie pun menyampaikan kondisi yang terjadi di lapangan atas situasi tersebut.

Pembajun mengatakan masih banyak warga yang memilik melakukan isoman di rumah daripada harus ke shelter. Hal itu menurut dia sangat disayangkan karena pemerintah sudah hadir memberikan shelter melalui Dinas Sosial.

Sangat disayangkan karena pemerintah sudah hadir menyediakan shelter tapi masih ada yang memilih isolasi mandiri. Isoman bisa dilakukan namun dengan persyaratan yakni ada kamar terpisah untuk yang sakit berikut kamar mandinya. Kemudian pelayanan yang sakit dilakukan hati-hati. Ini sangat vital merawat seseorang yang terkonfirmasi positif. Kalau tak dipahami benar maka akan memperburuk keadaan yang bersangkutan. Pemerintah sudah hadir, Dinsos menyediakan shelter monggo dimanfaatkan dengan baik,” ungkap Pembajun, Kamis (15/07/2021).

Masyarakat menurut Pembajun juga belum secara maksimal memberikan laporan pada pihak satgas setempat termasuk puskesmas ketika ada keluarga yang positif. Masyarakat masih kerap meminta dilayani hingga ke rumah padahal kondisi puskesmas kini disebut dia sangat sibuk.

“Banyak yang melapor ke saya, ada anak di rumah sedang sakit tanya bisa tidak perawat dari puskesmas menengok ke rumah saya. Dalam kondisi seperti ini puskesmas terbatas. Ada cara lain yang bisa dilakukan ketika di rumah yakni dengan melaporkan ke puskesmas saturasi oksigennya, suhu tubuh yang sakit. Saya yakin puskesmas akan membantu memantau itu. Kalau prosedur tak dilakukan bersama-sama artinya dua pihak mengetahui tentu yang meninggal isoman tak akan sebanyak ini,” lanjut Pembajun.

Sementara berdasar data Dinas Kesehatan DIY, Kamis (15/07/2021) tercatat adanya 54 pasien yang meninggal dunia. Penambahan kasus masih cukup tinggi yakni 2.706 dan kesembuhan 1.027. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI