Bapas Pantau Napi Asimilasi secara ‘Online’

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Yogyakarta memantau setiap hari narapidana (napi) atau klien yang mendapat asimilasi secara ‘online’. Hal itu untuk mencegah napi yang dirumahkan tidak berbuat kriminal kembali. Jika terbukti berbuat kriminal, sanksi berat akan diberlakukan dan ditempatkan di sel khusus.

Kepala Bapas Yogya Mohammad Ali Syeh Banna BcIP SSos Msi menjelaskan, napi yang mendapat asimilasi karena virus korona ini harus berada di rumah. Untuk memastikan itu, Bapas Yogya setiap harinya akan dipantau oleh Pembimbing Kemasyarakatan (PK).

“Pemantauan itu dilakukan secara ‘online’ yaitu video call atau telpon. Selain itu PK juga akan kroscek ke pengurus RT/RW untuk memastikan bahwa, napi berada di rumah,” kata Ali, Sabtu (18/04/2020).

Tujuan pemantauan ini supaya napi tidak mengulangi berbuat kriminal kembali. Selain itu juga untuk mengurangi keresahan masyarakat terkait napi yang di rumahkan karena virus korona.

“Memang ada kekhawatiran masyarakat terhadap napi yang dirumahkan ini akan berbuat kriminal lagi. Dengan pemantauan ini, diharapkan bisa menghilangkan stigma masyarakat terhadap napi yang mendapat asimilasi,” terangnya.

BERITA REKOMENDASI