Barokah Sempat ‘Deg-degan’ Naik Carry Wheelchair Lift

YOGYA, KRJOGJA.com – Sejak resmi dibuka sebagai fasilitas umum pada 1 Februari, toilet underground yang terletak di kawasan Taman Senopati mendapat respon positif dari wisatawan, masyarakat dan warga difabel. Pasalnya toilet umum bertaraf internasional yang memiliki fasilitas carry wheelchair lift ini tampak sangat mewah dan sangat memudahkan warga difabel untuk menaiki dan menuruni tangga.

"Pertama agak deg-degan juga karena baru pertama, tapi lift dioperasikan oleh operator yang jaga jadi tidak membingungkan. Ini sangat membantu dan memudahkan khususnya bagi warga difabel seperti saya, karena sebelumnya kami cukup kesusahan mencari toilet yang mudah diakses di kawasan Malioboro ini," kata Muhammad Barokah, Jumat (2/2/2018), salah seorang difabel yang berkesempatan mencoba fasilitas baru ini.

Sementara itu Yahya, mahasiswa UNY yang tinggal di Yogyakarta mengatakan fasilitas toilet ini sangat bagus, tidak hanya tampilan bangunan namun juga fasilitas yang dibuat sangat membuat wisatawan nyaman. "Keren lah, toilet umum di kawasan kota tapi fasilitasnya kayak toilet mewah di mall atau hotel. Arsitektur bangunannya juga bagus," imbuhnya.

Toilet underground buka mulai pukul 10.00 WIB – 00.00 WIB, selama dua hari dibuka setidaknya ada ratusan wisatawan dan warga sudah menggunakan fasilitas toilet gratis ini. Namun demikian, dari pantauan KRJOGJA.com sebagian wisatawan juga warga tampak ada yang merasa ragu jika akan memasuki toilet. Hal tersebut dikarenakan papan keterangan yang bertuliskan fasilitas umum dan gratis berada di bawah sehingga tidak terbaca oleh warga dan wisatawan dari luar.

Penjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi dan Sumber Daya Mineral (PUPESDM) DIY Muhammad Mansur akan segera membenahi letak papan informasi penggunaan toilet underground tersebut tidak dipungut biaya sama sekali.  Hal ini agar pengujung ataupun wisatawan yang berada di kawasan Malioboro tidak ragu-ragu dan bingung memanfaatkan fasilitas umum tersebut.

"Saya akan pindahkan papan informasi toilet underground iti gratis agar bisa dibaca orang yang lalu lalang jadi mereka tidak perlu bingung dan ragu-ragu lagi masuk.  Jika sampai ada pungutan biaya penggunaan toilet underground tersebut dalam bentuk apapun langsung laporkan kepada kami," ujar Mansur kepada KRJOGJA.com.

Mansur menjelaskan toilet underground tersebut merupakan aset Pemerintah Daerah (Pemda)  DIY sehingga selama masa pemeliharaan satu tahun tetap dikelola sepenuhnya oleh Pemda DIY.  Pemda DIY telah menunjuk pihak ketiga yang bertugas merawat dan memelihara kebersihan toilet berskala internasional tersebut.

"Selama setahun pemeliharaan masih kami tanggung jadi masyarakat tidak perlu khawatir karena toilet underground bisa dipakai gratis.  Kami juga minta pengguna ikut menjaga kebersihan toilet underground tersebut dengan membuang tisu atau sampah pada tempatnya serta mempergunakan air dengan bijak," tandas Mansur.

Pihaknya menempatkan petugas di pintu masuk toilet underground tersebut guna membantu masyarakat yang berkebutuhan khusus atau difabel serta lansia. Toilet underground ini dilengkapi dengan lift khusus atau carry wheelchair lift berkapasitas 250 Kg yang bisa dioptimalkan guna memfasilitasi penyandang difabel ataupun lansia naik atau turun tangga dengan mudah dan dibantu operasional oleh petugas. (Ira/*-3)

BERITA REKOMENDASI