Batik Mampu Tumbuhkan Wirausaha

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Batik telah menjadi komoditi ekonomi di Indonesia. Hal itu memunculkan Industri Kecil dan Menengah (IKM) bidang kerajinan batik di berbagai daerah dan terus tumbuh didukung pemerintah daerahnya.

"Batik sebagai komoditi ini menghidupkan ekonomi," ujar Kepala Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta Titik Purwati Widowati.

Menurut Titik, peran BBKB sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Kementerian Perindustrian yang berkedudukan di Yogyakarta, selain menjaga batik sebagai heritage atau warisan juga menumbuhkan wirausaha. "BBKB terus mengedukasi pemerintah daerah bagaimana agar batik itu terjamin mutunya juga cara memasarkannya," tuturnya.

Untuk mendukung Kota Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia (World Batik City) dibutuhkan kolaborasi berbagai pihak termasuk dunia perguruan tinggi terkait riset dalam hal desain maupun teknologi pembuatan batik. BBKB juga telah menjalin komunikasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY untuk terus mengembangkan batik.

BBKB juga sedang mengembangkan alat uji analyser untuk membedakan batik atau nonbatik. "Kolaborasi berbagai pihak dalam pengembangan batik sangat dibutuhkan untuk mempertahankan Yogyakarta sebagai kota batik dunia," ujar Titik.

Pihaknya sangat mendukung jika dunia pendidikan dalam hal ini perguruan tinggi turut mempromosikan atau memasyarakatkan batik dengan membuat kebijakan mewajibkan mahasiswanya mengenakan busana batik pada hari-hari tertentu. Menurut Titik, hal itu akan semakin menumbuhkan wirausaha sekaligus menjaga kelestarian batik sebagai heritage. "Batik sudah bisa dipakai dan cocok untuk event apapun termasuk untuk kuliah misalnya," ujarnya. (Dev)

BERITA REKOMENDASI