Bawaslu Jaring Pengawas TPS

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Bawaslu Kota Yogya meminta semua pihak untuk bertanggungjawab mensukseskan Pemilu 2019. Berbagai potensi kerawanan selama penyelenggaraan pemilu pun harus diantisipasi secara bersama-sama.

Komisioner Bawaslu Kota Yogya Muhammad Muslimin, mengaku potensi kerawanan biasanya meningkat saat jelang pemungutan suara. "Kami sudah memetakan sejumlah potensi kerawanan. Terutama saat pada hari H pemungutan suara. Ini harus jadi atensi kita bersama," jelasnya.

Salah satu potensi kerawanan saat pemungutan suara ialah penduduk yang datang menggunakan e-KTP di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Hal ini lantaran jumlahnya tidak bisa ditebak lantaran warga tersebut tidak masuk dalam daftar pemilih tetap maupun pemilih tambahan. Namun petugas di TPS tidak bisa menolak sepanjang persyaratan sebagai pemilih terpenuhi.

Sementara itu, guna mendukung kelancaran serta mengantisipasi kerawanan, Bawaslu Kota Yogya bakal menjaring pengawas TPS. Tiap TPS akan diisi oleh satu orang pengawas sebagai wakil dari Bawaslu.

Pendaftaran pengawas TPS dilayani pada 11-21 Februari 2019 di masing-masing Sekretariat Panwascam setempat. Dengan total 1.373 TPS, maka Bawaslu Kota Yogya membutuhkan 1.373 orang pengawas TPS.

"Jumlah TPS masih berpeluang bertambah karena masih ada pemutakhiran pemilih oleh KPU. Nanti pengawas TPS akan menyesuaikan," tandasnya. Masa kerja pengawas TPS ditentukan selama sebulan mulai 25 Maret hingga 24 April 2019. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI