Bawaslu Minta Warga Aktif Melapor

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Jelang masa pemungutan suara pada 17 April 2019, dugaan kampanye hitam mulai meningkat. Salah satunya keberadaan tabloid yang menyudutkan salah satu pasangan capres dan cawapres kini tengah ditelusuri oleh Bawaslu Kota Yogya.

Menurut Komisioner Bawaslu Kota Yogya Noor Harsya Aryo Samudro, tabloid yang sedang ditelusuri tersebut berjudul Indonesia Barokah. "Kami bersama Panwaslu Kecamatan sudah melakukan upaya identifikasi, namun sampai saat ini belum ada temuan distribusi tabloid tersebut di Kota Yogya," jelasnya.

Menurutnya, Bawaslu Kota Yogya juga sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak berwenang terkait kemungkinan distribusi tabloid. Pihaknya juga membuka pintu lebar-benar jika ada laporan dari masyarakat. Oleh karena itu, peran serta dari masyarakat sangat dibutuhkan, terutama segera melapor jika menemukan dugaan kampanye hitam melalui selebaran atau media apa pun.

Meskipun tidak ada temuan peredaran tabloid, namun Harsya mengaku isi tabloid dalam bentuk soft file justru diterima oleh internal pengawas Bawaslu Kota Yogya. Apalagi persebaran konten dalam bentuk soft file akan lebih mudah dibanding peredaran tabloid dalam bentuk fisik. "Arahan dari Bawaslu RI adalah untuk terus melakukan pengawasan intensif dan menunggu kebijakan dari pimpinan," katanya.

Sebelumnya, Bawaslu DIY menemukan paket berisi 6.000 eksemplar tabloid Indonesia Barokah di Kantor Pos Plemburan Mlati Kabupaten Sleman pada Kamis (24/01/2019) lalu. Tabloid itu ditujukan ke tiga wilayah yaitu Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul dan Kota Yogya. Temuan yang sama juga diperoleh dari sejumlah kantor pos di Kabupaten Gunungkidul dan Kulonprogo.

Bawaslu DIY kemudian melakukan pendataan dan kajian bersama Polda DIY karena berdasarkan laporan masyarakat, tabloid tersebut berisi kampanye hitam yang dinilai menyudutkan salah satu pasangan calon presiden-wakil presiden. Sementara itu, selain mengintensifkan pengawasan terhadap berbagai faktor yang berpotensi menimbulkan kerawanan pada pelaksanaan Pemilu 2019, Bawaslu Kota Yogya juga tetap melakukan penertiban alat peraga kampanye yang dipasang melanggar aturan. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI