Bawaslu Ungkap Adanya Pelanggaran Kampanye Paslon

Editor: Ivan Aditya

YOGYA (KRjogja.com) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY mengungkap adanya pelanggaran kampanye yang dilakukan dua pasangan calon walikota dan wakil walikota yang turun dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) Kota Yogyakarta 2017. Pasangan calon tak memberikan pemberitahuan pada KPU maupun Bawaslu saat melaksanakan kampanye.

Ketua Bawaslu DIY Mohammad Najib kepada wartawan Senin (05/12/2016) mengatakan ada beberapa temuan Panwas Kota Yogyakarta menyangkut pelanggaran tersebut. Menurut dia, jadwal kampanye pasangan calon tak diberitahukan pada KPU dan Bawaslu sebagai lembaga negara yang menjadi regulator pilkada.

"Sayang sekali masih ada kampanye yang tak dilaporkan, pasangan calon tak memberikan jadwal secara resmi pada Bawaslu dan KPU. Mereka kesannya memanfaatkan celah hukum sehingga melakukan kampanye 'selintutan'," ungkap Najib.

Meskipun demikian, Bawaslu tak bisa memberikan sanksi berat pada pasangan calon yang terbukti melakukan pelanggaran. "Pelanggaran ini masuknya administratif jadi memang Bawaslu hanya memberikan rekomendasi pada KPU untuk memberikan peringatan," imbuhnya.

Bawaslu meminta agar pasangan calon menaati peraturan untuk memberitahukan agenda kegiatan kampanye yang dilakukan. "Kami tidak berniat mencari-cari kesalahan namun setidaknya mari berupaya menciptakan pilkada yang sesuai dengan aturan," lanjutnya.

Panwas bersama Kepolisian sebenarnya memiliki kewenangan untuk membubarkan kampanye tanpa ijin, apalagi dilakukan oleh tim sukses yang tidak masuk dalam daftar resmi yang ada di KPU Kota Yogyakarta. "Di satu sisi ini jadi bahan pembelajaran Panwas agar semakin waspada dan siap apabila ada konsentrasi massa dalam kaitan kampanye tanpa ijin," pungkas Najib. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI