Baznas Bakal Kelola Dana Abadi, Cepat Bantu Korban Bencana Tanpa Pandang Agama

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRJOGJA.com – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menggelar rapat kerja nasional bertajuk Zakat Untuk Penanggulangan Bencana di Yogyakarta, 10-12 Januari 2022. Baznas bersiap mengumpulkan dana abadi yang nantinya bisa digunakan cepat untuk mengatasi persoalan bencana dan pendidikan di Indonesia.

Prof KH Noor Achmad, Ketua Baznas mengatakan dana abadi akan mulai dihimpun tahun 2022 ini dari masyarakat. Nantinya, dana tersebut akan digunakan untuk dana siap ambil guna mengatasi persoalan kebencanaan dan pendidikan di Indonesia.

Sepanjang 2021, berdasar data BNPB tercatat ada 1982 bencana di Indonesia. Inilah yang membuat Baznas berkonsolidasi, untuk merancang program nasional bersama Baznas provinsi dan Kabupaten/Kota.

“Kita selama ini belum punya dana abadi untuk penanggulangan bencana, ini mengapa Baznas akan buat dana abadi untuk kebencanaan dan pendidikan. Kapanpun ada bencana bisa langsung membantu. Kapan saja ada bencana, ada dana siap, setiap saat bisa dipakai. Dana abadi akan kita mulai kumpulkan tahun ini,” ungkapnya pada wartawan di sela rapat kerja.

Noor Achmad menegaskan, dana tersebut nantinya bisa digunakan untuk membantu seluruh masyarakat Indonesia tanpa memandang latarelakang termasuk agama. Selama ini Baznas mengatakan selalu masuk membantu kebencanaan namun dengan dana yang sifatnya insidentil atau digalang saat terjadi.

“Baznas selalu terdepan ketika bencana seperti di Sulteng, Aceh, NTT dan Papua juga Semeru. Semua bantuan melalui Baznas sehingga kita bisa ukur dana umat yang digunakan untuk membantu korban bencana. Di Semeru misalnya, kami bisa kumpulkan Rp 36 miliar, akan digunakan untuk mendirikan 500 hunian tetap korban erupsi masing-masing Rp 50 juta. Selain itu kami bangun Masjid, sekolah, jalan, peternakan dan mart untuk perekonomian. Kalau ini bisa digunakan di seluruh Indonesia, saat ada bencana maka bisa masuk, mulai mitigasi bencana, bantuan langsung hingga recovery dan rekonstruksi,” sambung dia.

Ahmad Sudrajat, Pimpinan Bidang Koordinasi Zakat Baznas, menambahkan seturut aturan pemerintah, Baznas ada untuk membantu seluruh warga negara Indonesia tanpa membeda-bedakan. Pun demikian Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga mendukung bahwa dana umat dapat digunakan untuk membantu sesama yang membutuhkan.

“Bencana alam dan non alam, menimbulkan orang fakir, miskin dan bangkrut yang ini bisa dibantu oleh Baznas. Penggunaan zakat bisa dimanfaatkan untuk kemaslahatan umum, termasuk untuk mitigasi dan pencegahan juga. Ini sudah dirumuskan MUI sejak 1982 silam. Dana zakat, bukan yang dari anggaran pemerintah yang harus menanti prosedur. Kita mau menolong tidak perlu tanya agamanya apa, tapi niat tulus untuk membantu meringankan penderitaan mereka,” pungkas dia. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI