Baznas DIY Berkomitmen Entaskan Kemiskinan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Ketua Baznas DIY periode 2021-2026 Dra Hj Puji Astuti MSi menyampaikan, intinya pihaknya mencoba membantu upaya pengentasan kemiskinan yang angkanya masih tiggi dan kesenjangan di DIY. Hal ini sesuai arahan dari Wagub DIY Paku Alam X karena gerakan Baznas pun berada di ranah tersebut. Untuk itu, pihaknya meminta dukungan semua agar bisa meningkatkan kinerja Baznas DIY, terutama membantu mengurangi kemiskinan di DIY.

“Kita siap membantu Pemda dalam upaya mengurangi angka kemiskinan di DIY kedepannya. Sebab potensi dana Zakat, Infaq, Shadaqah (ZIS) dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) di DIY masih banyak dan perlu dioptimalkan, baik memaksimalkan salah satu sumber utama, yaitu ASN, swasta maupun sumber-sumber potensi lainnya. Di luar itu banyak yang masih perlu kita gali, bahkan di sumber utama itu pun saya melihat belum maksimal, masih minimal,” paparnya didampingi Plt Ketua Baznas DIY Drs H Muklas Abdullah MSi usai acara pelantikAn.

Tuti mengaku pihaknya akan memetakan peluang-peluang untuk meningkatkan penghimpunan ZIS dan DSKL di DIY sehingga semakin banyak yang akan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Baznas DIY berhasil menghimpun saldo sebesar Rp 5,5 miliar pada 2020 lalu, kemudian ditargetkan pada 2021 ini mampu menghimpun saldo sebar Rp 5,5 miliar.

“Dana yang terkumpul tersebut berasal dari pegawai ASN, Swasta yang tergabung dalam Unit pengumpul Zakat (UPZ) kemudian disetorkan kepada kami 30 persen. Sisanya 70 persen dikelola UPZ tetapi harus dilaporkan kepada kami semuanya karena nantinya akan disahkan dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT) Baznas DIY,” imbuhnya.

Mantan Kepala Biro Bina Mental Spiritual Setda DIY yang sudah purna tugas ini menyampaikan, potensi penghimpunan dananya masih besar di DIY karena ada 2,5 persen hak orang lain yang belum dilakukan semua orang. Dari sumber utamanya saja masih bisa digali, apalagi mengoptimalkan potensi lainnya maupun potensi baru sehingga butuh kerja keras.

“Kami berharap Baznas bisa membantu Pemerintah karena, potensi masyarakat yang besar sehingga semestinya bisa membantu Pemda, terutama mengatasi persoalan kemiskinan dan kesenjangan di DIY. Asalkan sinergitasnya dengan birokrasi ditingkatkan, termasuk lembaga pemerintah yang lainnya. Termasuk bersinergi dengan lembaga zakat lainnya karena tujuannya sama,” terang Tuti.

Plt Ketua Baznas DIY Muklas Abdullah menambahkan, target penghimpunan dana sebesar Rp 5,5 miliar pada 2021 yang sudah terealisasi sebesar Rp 4,8 miliar per Mei 2021 sehingga diharapkan mampu melebihi target. Namun realisasi penerimaan tersebut tidak sepenuhnya dikelola Baznas DIY, tetapi dikelola UPZ setidaknya 70 persen.

“Jadi ranahnya sudah jelas tetapi perlu sinergi dengan Baznas sehingga jangan tumpang tindih. Kita berharap dana tersebut dimanfaatkan untuk sektor produktif bukan konsumtif agar tadinya menjadi penerima atau mustahik menjadi muzakki atau orang yang mengeluarkan zakat. Justru inilah yang penting karena jika sudah menjadi muzakki berarti sudah sejahtera sehingga perlu didampingi,” imbuhnya. (Ria/Ira)

BERITA REKOMENDASI