BBKB Komitmen Perkuat Mutu Infrastruktur Industri Kerajinan dan Batik

Kepala BBKB, Ir, Titik Purwati Widowati dalam Bintek secara virtual, Sabtu (27/2) menuturkan Kementerian Perindustrian telah menetapkan 120 SNI produk industri untuk 356 Nomor Pos Tarif yang wajib memberlakukan SNI. Adapun produk industri yang dimaksud mencakup sektor hasil perkebunan, agro, kimia hulu dan hilir, bahan galian non logam, tekstil, alas kaki, permesinan, alat transportasi, elektronika, logam dan produk IKM seperti mainan dan korek api gas.

Ditambahkannya  BBKB Yogyakarta terus berusaha mendorong daya saing industri kerajinan dan batik dimasa pandemi ini.

“Salah satu usaha dengan menyelenggarakan BIMTEK SNI ISO 9001:2015, Bimbingan Teknis ini diselenggarakan secara virtual melalui media zoom dan diikuti sekitar 70 industri dari sektor batik, kerajinan, perhiasan, alat olahraga dan mainan anak. Saya melihat peserta Bimtek sangat antusias dan menyambut baik pelaksanaan acara,” urainyam

Secara umum, imbuhnya perusahaan peserta bimtek sudah menerapkan prinsip – prinsip  sistem manajemen mutu, namun masih belum update dengan SNI ISO 9001:2015.

Penerapan SNI Sistem Manajemen Mutu dapat mendukung perusahaan industri dalam membangun budaya kerja yang kondusif dan optimal dalam mewujudkan tujuan bisnisnya. SNI Sistem Manajemen Mutu jangan dipandang sebagai pekerjaan tambahan yang memberatkan. SNI ini membantu perusahaan untuk dapat menjaga konsistensi secara berkelanjutan dalam proses pemantauan dan pengukuran kinerja.

Bimtek  secara resmi dibuka oleh Menteri Perindustrian dan diselenggarakan serentak secara Nasional oleh 24 Satuan Kerja BSKJI dan diikuti oleh sekitar 1.200 peserta industri dari seluruh Indonesia, dengan latar belakang berbagai sektor industri dari Banda Aceh sampai Ambon. Pelaksanaan bimtek tersebut sekaligus menandai transformasi Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) menjadi Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI). (Aje)

 

BERITA REKOMENDASI