BBPOM Ajak Masyarakat Musnahkan Obat Kadaluarsa

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Obat-obat kadaluarsa jika tidak dibuang dengan benar bisa dimanfaatkan orang tak bertanggungjawab. Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Yogyakarta bekerjasama dengan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) terus mengedukasi masyarakat agar memusnahkan baik kemasan maupun obat kadaluarsa agar tidak disalahgunakan.

 

Menurut Kepala BBPOM Dra Rustyawati Apt Mkes Epid, program Buang Sampah Obat ini bertujuan mencegah peredaran obat ilegal termasuk obat palsu. Serta meningkatkan kepedulian terhadap dampak mengonsumsi obat ilegal. “Selama ini masyarakat tidak peduli obat kadaluarsa baik di kalangan rumah tangga maupun faskes. Dengan adanya program ini, kami ingin masyarakat lebih bijak dalam membuang sampah obat. Apalagi keberadaan sampah obat dalam jumlah banyak bisa disalahgunakan,” terang saat di sela-sela kegiatan pemusnahan obat kadaluarsa di Kantor BBPOM, Kamis (21/11).

Pihak BBPOM juga bekerjasama dengan IAI dalam pelaksanaan program Pekan Pengembalian Obat Kadaluarsa dan Rusak selama bulan Juli-Agustus kemarin. Totalnya ada 125,328 kg obat kadaluarsa dan rusak berat atau senilai Rp 94 juta. Rustyawati menambahkan, masyarakat yang masih menyimpan obat kadaluarsa bisa menyerahkan obat tersebut ke dropbox di apotek-apotek. Jika dalam jumlah kecil, masyarakat bisa memusnahkannya dengan cara dilarutkan dalam air atau dibuang di tanah. “Kadang ada yang sengaja mencari dan memungut di tempat pembuangan akhir (TPA). Kemudian dijual lagi setelah dibersihkan," ungkapnya.

Wakil Sekretaris Pengurus Daerah IAI Yogyakarta Sofia Wijayanti menambahkan, selain memusnahkan onat kadaluarsa, kemasan obat juga harus dirusak hingga tidak terbaca. Pasalnya pernah terjadi kasus label vaksin yang tidak dirusak kemudian digunakan lagi oleh pihak tak bertanggungjawab. “Kejadiannya memang bukan di Yogya tapi di Bandung. Label vaksinnya tidak dirusak kemudian dipakai lagi padahal isinya bukan vaksin sesuai labelnya,” ungkap Sofia.

Selama ini IAI juga terus menggaungkan program Dagusibu atau gunakan simpan dan buang. “Kesadaran masyarakat sudah cukup bagus terlihat dari antusiasme masyarakat saat membawa obat-obat kadaluarsa atau yang sudah tidak terpakai ke apotek,” tandas Sofia. (Aha)

 

 

BERITA REKOMENDASI