Becak Listrik ‘Beriman’, Alternatif Transportasi Yogya

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Dua dosen Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yakni Muhammad Faishal ST MEng dan Okka Adiyanto STP MSc dibantu Ulil Amri (mahasiswa Teknik Industri UAD) melakukan penelitian becak listrik. Penelitian berjudul Beriman, akronim dari Becak Ramah Lingkungan dan Nyaman di Kota Yogyakarta bekerja sama dengan Bappeda Kota Yogyakarta.

Muhammad Faishal menyebutkan, penelitian dilakukan selama 6 bulan tahun 2018. "Saat mulai penelitian ini, sudah diwanti-wanti oleh Bappeda Kota Yogya, becak listrik harus sesuai Perda Kota Yogya. Becak khas Yogya, baik karakter, bentuk, ukurannya." ujarnya.

Untuk itu becak wisata khas Yogya mengambil contoh becak yang sering mangkal di Malioboro dan Tamansari. Setelah dilakukan penelitian dan dibuatlah becak listrik dengan sejumlah modifikasi dan inovasi.

Ada sejumlah inovasi, pertama becak listrik ini 'ergonomi' sesuai ukuran tubuh wisatawan dalam negeri maupun luar negeri. Kedua, penggerak dengan menggunakan baterai-motor listrik bertahan selama 3-4 jam.

Ketiga, keamanan. Becak ini menggunakan rem cakram di 3 roda. Keempat, lampu sign depan dan belakang. Kelima, meski menggunakan baterai, tetap saja bisa dikayuh. "Hasil penelitian dan contoh becak listrik ini masih perlu uji kelayakan di Dinas Perhubungan." kata Okka Adiyanto.

Menurut Muhammad Faishal dan Okka Adiyanto, becak listrik ini bisa menjadi alternatif, bahkan solusi bagi Yogya sebagai kota wisata. Becak 'Beriman' memadukan karakter becak kayuh masih dipertahankan, tenaga menggunakan listrik. "Ini jalan tengah di antara becak kayuh dengan munculnya becak motor/betor." ujar Muhammaf Faishal.

Yogya sebagai kota wisata yang ramah lingkungan membuat alat transportasi ramah lingkungan pula. Becak listrik dari hasil modifikasi ini dibuat menghabiskan dana Rp 12 juta. (Jay)

BERITA REKOMENDASI