Bedah Buku ‘Fikih Akbar’, Lantangkan Konsep Islam ‘Rahmatan Lil Alamin’

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Umat Islam saat ini tertinggal dari umat lain. Untuk mengejarnya diperlukan transformasi sosial, budaya (sistem pengetahuan) yang mensyaratkan transformasi teologi. 

Demikian dikatakan Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Fathul Wahid ST MSc PhD dalam Bedah Buku 'Fikih Akbar, Prinsip-Prinsip Teologis Islam Rahmatan Lil Alamin' karya Dr H Hamim Ilyas MAg di Ruang Seminar Kampus Program Pascasarjana, Fakultas Ilmu Agama Islam, Universitas Islam Indonesia (PPs FIAI UII), Jalan Demangan Baru Yogyakarta, Sabtu (5/1/2018). Pembicara lain penulis buku sekaligus dosen UIN Sunan Kalijaga dan PPs FIAI UII Dr H Hamim Ilyas MAg dan Dosen Fakultas Hukum (FH) UII Ahmad Sadzali Lc MH.

Menurut Fathul, pemikiran Islam sangat beragam yang lahir dari konteks zaman yang berbeda. Sehingga memahami Islam harus melihat konteks ketika pemikiran tersebut dilahirkan. "Pemikiran Islam itu berkembang dan tidak statis," katanya. Adapun fungsi agama Islam, kata Fathul untuk mempersatukan umat manusia, menyelamatkan umat manusia dari kultur kebodohan dan memperbaiki kehidupan manusia dengan gerakan dakwah.

Dengan beragamnya pemikiran Islam yang ada, muncul tawaran konseptualisasi Islam rahmatan lil alamin. Yaitu Islam sebagai risalah untuk mewujudkan hidup yang baik, sejahtera, damai dan bahagia. Serta Islam sebagai agama universal, agama rasional, agama mudah, hanif dan terbuka serta agama peradaban. "Tantangannya sekarang adalah bagaimana melantangkan pesan Islam rahmatan lil alamin ini serta membuat strategi kebudayaan yang lebih operasional untuk menjangkau khalayak, termasuk kaum muda," tutur Fathul.

Ahmad Sadzali mengatakan, umat Islam harus segera mengambil perubahan untuk membangun kembali peradaban Islam. Rekonstruksi Fikih Akbar adalah salah satu pilihan dan upaya dalam membangun kembali peradaban Islam dan mengulangi kejayaan di masa lalu. "Rekonstruksi Fikih Akbar dilakukan dengan cara menggali konsep rahmat yang melekat pada konsep tauhid, kerasulan dan kenabian serta kitab suci Alquran," katanya.

Menurut Ahmad Sadzali, penghayatan yang mendalam tentang rahmat tersebut memberikan wajah dan deskripsi yang semakin jelas tentang jargon Islam yang rahmatan lil alamin. Sebab pada intinya ajaran agama Islam adalah rahmat bagi semesta alam. (Dev)

 

UII

BERITA REKOMENDASI