Begini Cara Aman Berkendara bersama Sang Buah Hati

Editor: Ary B Prass

YOGYA, KRJOGJA.com – Pandemi Covid-19 tidak mengurangi mobilitas masyarakat. Di beberapa ruas jalan masih terpantau kepadatan kendaraan. Baik itu roda dua maupun roda empat dan yang lain.
Untuk pengendara roda dua, tidak sedikit yang ikut menyertakan anak-anak. Dalam kondisi tertentu, sebagian masyarakat memang dituntut untuk berkendara roda dua bersama sang buah hati. Sayang, tidak sedikit dari masyarakat yang abai terhadap keselamatan berkendara. Baik untuk dirinya sendiri maupun sang buah hati.
Merespon hal itu, ‘Community Development & Safety Riding Supervisor’ Astra Motor Yogyakarta Muhammad Ali Iqbal berbagi tips cara aman berkendara bersama sang buah hati di jalan raya. Apa saja?
Gunakan perlengkapan berkendara yang aman dan lengkap. 
Saat akan berkendara bersama sang buah hati, pastikan anak menggunakan perlengkapan berkendara yang lengkap seperti halnya pengendara pada umumnya. Helm, jaket, sepatu dan celana panjang menjadi barang wajib dikenakan. Hal ini dikarenakan potensi resiko kecelakaan antara si pengendara dan pembonceng yang sama besar. Selain itu penggunaan perlengkapan yang lengkap dapat mengurangi resiko benturan saat terjadinya kecelakaan.
– Harus membonceng di belakang 
Jika memboncengkan anak, posisi anak harus di belakang pengendara. Sangat tidak dianjurkan anak membonceng di depan atau menggunakan kursi bantu agar anak dapat duduk di depan. Adapun resiko yang ditimbulkan diantaranya anak akan terkena terpaan angin. Dan yang paling berbahaya pada saat pengendara melakukan pengereman mendadak maka pengendara akan lebih fokus ke kemudi sepeda motor daripada ke anak, sehingga anak akan berada di posisi yang beresiko terlempar dari sepeda motor.
Jika bersama kedua orangtua, sebaiknya anak dibonceng di tengah. Ketika berkendara sendiri, anak tetap berada di posisi belakang dengan bantuan menggunakan seatbelt khusus sepeda motor.
– Jangan mengajarkan anak berkendara saat belum cukup umur 
Banyak orang tua yang merasa bangga saat anak sudah bisa berkendara sepeda motor sebelum cukup umur. Hal ini justru akan membahayakan anak saat berkendara di jalan raya. Karena anak belum mampu membaca dan belajar kondisi bahaya yang ada di jalan raya dan juga akan membahayakan pengendara yang lain. Selain itu secara psikologis kondisi anak di bawah umur masih cenderung belum stabil.
“Jangan korbankan masa depan anak dengan berkendara yang tidak aman. Pastikan memberikan fasilitas sepeda motor saat anak belum cukup umur,” tegas Muhammad Ali Iqbal. (Awh)

BERITA REKOMENDASI