Begini Cara Belajar di Rumah Ala Sekolah Kesatuan Bangsa

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemda DIY resmi memperpanjang masa belajar di rumah bagi siswa seluruh tingkatan hingga dua minggu kedepan, 14 April 2020. Masing-masing sekolah pun dipersilahkan melakukan evaluasi untuk memaksimalkan proses belajar mengajar yang dilakukan secara daring.

Tak sedikit siswa dan guru yang mengalami kesulitan. Mereka bingung metode apa yang harus digunakan untuk memaksimalkan materi dari jarak jauh bisa dipahami seluruh peserta didik.

Sekolah Kesatuan Bangsa, memiliki cara belajar daring yang sudah diterapkan sejak 2016 lalu. Sistem tersebut diberinama Tech in Classroom yang memanfaatkan aplikasi website Zoom.

Kepala Akademik SMP-SMA Kesatuan Bangsa, Eko Andi Hartono mengungkap pembelajaran daring tersebut masih memungkinkan terjadinya tatap muka antara guru dan siswa. Situasi yang terjadi, guru tak hanya memberikan tugas saja namun juga bisa memfasilitasi siswa secara live.

“Kami memanfaatkan aplikasi Zoom untuk program home learning karena memang toolsnya sangat lengkap. Guru bisa gunakan mute agar siswa fokus mendengarkan penjelasan. Guru bisa mensetting aplikasi ini sesuai kebutuhan,” ungkapnya, Selasa (31/03/2020).

Apabila ada kendala jaringan, guru menurut Eko bisa membuat video pembelajaran seturut materi yang ada untuk kemudian diakses para siswa. Pasalnya penggunaan aplikasi online harus memiliki paket data atau jaringan wifi.

“Biasanya kami memanfaatkan tatap muka ini pukul 09.00 sampai 11.20 WIB dari Senin-Jumat namun bisa disesuaikan juga seturut kebutuhan masing-masing. Guru juga tetap bisa mengkombinasikan dengan aplikasi Google Classroom, Quizizz dan Kahoot agar pelajaran lebih interaktif,” ungkapnya lagi.

Kegiatan tatap muka melalui daring sendiri dirasa cukup efektif agar siswa tak menjadi bosan belajar di rumah. Saat ini kebanyakan guru memberikan penugasan untuk siswa dengan juga melibatkan orangtua sebagai pembantu menilai hasil belajar. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI