Begini Cerita ‘Pak Cip’ Babinkamtibmas Tegalpanggung Selamatkan Akbar Bisa Lanjut Sekolah

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRJOGJA.com – Aipda Dwi Cipto Agung Nugroho, Babinkamtibmas Tegalpanggung, muncul di linimasa sosial media beberapa hari terakhir. Videonya muncul saat menangis dibasuh kakinya oleh seorang siswa bernama Akbar Eka Aryadi Santosa (13) warganya yang harus menjalani wisuda di SD Negeri Widoro Tegalpanggung tanpa dihadiri orangtua.

Cerita Pak Cip, sapaan akrab Dwi Cipto dengan Akbar belum banyak diketahui, yang ternyata perjumpaan keduanya memang sudah terjalin lama, tepatnya sejak 2017 silam. Saat itu keluarga Akbar tengah berjuang keluar dari persoalan dana pembiayaan sang ibu yang mengalami gagal ginjal.

Ibunda Akbar, Siti Sulasiah harus dirawat di rumah karena kesulitan pembiayaan. Saat itu Akbar yang masih kelas 1 SD menjadi malas sekolah karena situasi keluarga yang tidak baik dan Pak Cip bersama warga lainnya turut membantu.

“Saat itu ibunya Akbar ini diminta pulang dari rumah sakit karena biaya. Saya saat itu fokusnya membantu Akbar dan pengobatan ibunya. Kami berusaha mencari bantuan meski terbantu juga adanya Jamkesda. Saya berusaha ke Dinas Sosial, lalu ikutkan di acara TV. Dua tahun bisa melunasi namun pada 2019 ibunda Akbar tutup usia,” ungkap Pak Cip ketika berbincang, Jumat (1/7/2022).

Pak Cip berusaha membuat Akbar untuk kembali sekolah, dan pada awalnya mendapat sambutan tertutup dari keluarga karena sesuatu hal di masa lampau. Namun akhirnya, keluarga membuka diri sampai bertahun berjalan hingga kemarin lulus dan diwisuda dari SD Negeri Widoro.

“Saya dulu pokoknya komunikasi dengan kepala sekolah yang penting Akbar sekolah dulu, mau berangkat dulu. Sekolah juga mendukung, lingkungan dari RT juga saya rangkul agar dia mau sekolah. Jadi ini peran banyak pihak, bukan hanya saya saja,” lanjut Pak Cip yang berulang kali menyebut bukan hanya dirinya yang berusaha membantu Akbar.

Caranya mengingatkan Akbar pun sebenarnya biasa saja, layaknya pengayom pada seluruh warganya. Namun, ternyata hal itu membekas pada diri Akbar hingga muncul momen seperti pada video beberapa hari silam.

Saat berbincang itu, Pak Cip juga menjelaskan perihal video yang muncul di akun instagram Polresta Yogyakarta, dan ia mengaku tak tahu menahu siapa yang merekam. Saat Akbar datang mencium kakinya, ia pun bingung dan sempat menarik kaki ke belakang karena tak tahu harus merespon apa.

“Saya duduk-duduk, mengobrol sama guru pengawas SD dan Bu Vero Kepala SD Widoro. Acara sekolah itu basuh kaki orangtua atau wali. Akbar tiba-tiba mencium kaki saya, saya tarik ke belakang karena ada apa saya tidak tahu kegiatan apa. Akbar menyentuh kaki saya, mau bawa baskom cuci kaki saya, ya ternyata itu kemauan dia, tidak ada yang menyuruh. Akbar saya tanya, bapak di mana dan jawabnya agak lama bilang bapaknya kerja jadi tidak ada yang mendampingi,” ungkapnya lagi.

Sepeninggal ibunda pada 2019 silam, ayah Akbar memang menikah lagi dan hidup dengan keluarga barunya. Akbar tinggal di rumah petak sederhana di gang sempit Tukangan, Tegalpanggung bersama kakek-nenek yang bekerja memulung serta seorang adiknya berusia 11 tahun.

Ketika ditanya, Akbar pun mengaku masih berkeinginan kuat untuk meneruskan sekolah ke jenjang SMP setelah memastikan lulus. Namun ia belum menentukan ke mana akan meneruskan studi meski mengaku dapat beberapa tawaran setelah videonya bersama Pak Cip dilihat banyak orang.

“Ada beberapa tawaran untuk sekolah seperti dari Pondok Pesantren. Mungkin saya inginnya mondok saja (di pesantren). Kalau saya, inginnya tetap berusaha menjadi pemain sepakbola karena saya suka sepakbola,” tandas Akbar yang terlihat malu-malu.

Jumat (1/7/2022), Akbar mendapat hadiah sepatu sepakbola dari Mataram Utama Academy. Ia juga mendapat undangan untuk mengikuti trial seleksi di home ground Mataram Utama di lapangan Kenari, mengikuti kelompok usia 13 tahun sesuai tahun kelahirannya 2009.

Wajahnya berubah sumringah, berbeda saat pertama kali KRjogja.com berbincang. Tampak betul betapa ia menyukai sepakbola dan hadiah yang diterimanya. Ya, semoga langkahnya menyukai sepakbola bisa ditekuni dan menjadi pintu pembuka rejekinya di masa depan. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI