Begini Firasat Ibunda Peraih Emas Panahan Sea Games Asal Yogya

YOGYA, KRJOGJA.com – Nurhayanie, ibunda Prima Wisnu Wardana sudah beberapa tahun terakhir tak bisa menggerakkan kakinya karena penyakit tulang yang dideritanya. Namun, ibu tersebut tak lantas berhenti mendoakan sang putra yang beberapa waktu lalu berhasil memenangkan medali emas di Sea Games Malaysia 2017.

Ternyata, sehari sebelum putranya meraih gelar juara pertama Sea Games Panahan nomor compound putra, Nurhayanie mengalami mimpi yang tak biasa. Malam 17 Agustus 2017, ibu dua anak ini bermimpi Prima datang ke rumah dan duduk di bawah kasurnya sembari menceritakan ketakutan kegagalan saat memanah.

Putranya tersebut dilihat dalam wajah murung dan tak bersemangat karena seolah mimpinya meraih juara gagal begitu saja. "Di mimpi itu kemudian saya elus rambutnya dan berkata bahwa kamu nanti bakal juara satu," kisahnya pada wartawan Kamis (24/8/2017).

Tak berhenti di situ, Nurhayanie lantas mengabil wudhu dan bergegas menunaikan ibadah sholat sembari melafalkan ayat Al Quran. "Saya lantas bangun, sholat dan wiritan seperti kebiasaan orang Jawa untuk mendoakan Prima," sambungnya.

Siapa sangka, firasat yang awalnya dikira buruk berubah menjadi keindahan saat keesokan harinya Prima berhasil menyabet emas di ajang bergengsi negara ASEAN di Malaysia. Nurhayanie yang sebenarnya tak tahu bahwa putranya bertanding, akhirnya mengetahui kabar kemenangan melalui saudara yang kebetulan menonton televisi.

"Dapat kabar dari Medan yang bilang Prima menang dan saat ini sedang diberitakan di televisi. Saya langsung bersyukur karena ternyata dia berhasil," kenangnya dengan wajah bahagia.

Pelatih Tak Kaget Prima Raih Emas Sea Games

Prediksi meraih emas ternyata memang sudah sejak awal disematkan tim Indonesia nagi Prima. Trend positif prestasi dari waktu ke waktu membuat banyak pihak yakin atas capaian emas di Sea Games kemarin.

Hal tersebut seperti yang disampaikan pelatih Prima, Budi Widayanto atau yang akrab di sapa Babe. Sejak awal Babe meyakini anak asuhnya tersebut mampu membawa pulang emas karena melihat usaha keras yang dijalani selama ini.

"Saya kenal Prima sejak 2006 lalu dan terus mengamatinya berlatih setiap waktu. Tidak heran lagi menurut saya karena memang pantas dilihat dari bagaimana dia serius sekali berlatih selama ini," ungkapnya pada wartawan.

Sempat merasakan pesimis karena mendapat lawan berat, Babe pun berperan besar menenangkan hati Prima yang lantas tetap konsentrasi untuk mewujudkan emas bagi Indonesia. "Saya selalu bilang sama dia, siapapun lawannya kalau dalam panahan nilai tertingginya tetap sama yakni 10. Jadi, tak perlu khawatir selama kamu bisa bidik tiga kali dan semuanya bernilai 10 maka kamu jadi juara," sambungnya lagi.

Saat ini, Prima diberikan waktu rehat untuk nantinya berkumpul dalam pelatnas persiapan Asian Games 6 September 2017 mendatang. Mahasiswa semester 6 FIK UNY inipun bisa sedikit beristirahat sebelum nantinya beradu konsentrasi kembali untuk menghadapi lawan yang lebih berat.

"Latihan tetap akan biasa dahulu karena puncak performanya ditargetkan saat Asian Games tahun depan. Kami yakin Prima tetap fokus dan bisa meraih emas di Asian Games nanti," pungkas Babe. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI