Begini, Jurus Hasto Wardoyo Cegah Kanker

YOGYA, KRJOGJA.com – Cegah kenaikan angka penderita kanker mulut rahim dan pembangunan keluarga sejahtera, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo akan bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan kebudayaan RI pada program kesehatan reproduksi dalam bentuk modul pendidikan bagi anak usia sekolah. Mekanismenya seperti apa, ia belum menyebutkan detailnya.

"Bukan semata – mata ngajarin seks namun kesehatan reproduksi. Sebagai contoh kenapa orang tidak boleh kawin usia 16-17 tahun karena mulut rahim masih menghadap keluar jadi beresiko tinggi terkena kanker, namun bila berhubungan seks pada usia sudah menginjak 20 tahun, mulut rahim sudah 'mendelep' (masuk ke dalam), jika berhubungan seks tidak beresiko tinggi terkena kanker mulut rahim," ungkapnya saat ditemui usai pelantikan Bupati Kulon Progo, Kamis (7/11) di Bangsal Kepatihan.

Program pembangunan keluarga sejahtera menjadi tugas pokok yang diembannya sejak dilantik menjadi kepala BKKBN pada Juli 2019 lalu. Ia juga menyoroti angka perceraian yang tinggi dan akan mengusulkan persiapan pernikahan yang lebih matang sebagai upaya pencegahan perceraian.

"Kalau perlu usul ke Kementerian Agama agar konseling sebelum pernikahan dilakukan lebih lama sebagai usaha pencegahan perceraian," imbuh Hasto yang pernah menjabat sebagai Bupati Kulon Progo.

Membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul juga merupakan tugas dan tanggungjawabnya, termasuk juga upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta stuntting. Reformasi dan rebranding BKKBN perlu dilakukan sebab sudah tidak relevan lagi dengan kondisi saat ini. (c-4)

BERITA REKOMENDASI