BEI Berupaya Tumbuhkembangkan Pasar Modal di DIY

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bekerjasama dengan seluruh Mitra Edukasi yang ada berupaya seoptimal mungkin guna menumbuhkembangkan pasar modal di DIY. Sinergi dan kolaborasi dengan berbagai mitra edukasi tersebut diharapkan dapat melahirkan berbagai inovasi program khususnya digital di masa pandemi Covid-19 untuk mendukung pemulihan perekonomian nasional maupun daerah.

“Kami bekerjasama dengan seluruh Mitra Edukasi yang ada deni menumbuhkembangkan pasar modal di DIY. Total Mitra Edukasi kami berjumlah 46 Galeri yang terdiri dari 38 Galeri Investasi di kampus-kampus perguruan tinggi ditambah 8 Galeri Edukasi di SMA/SMK/MA dan/atau yang sederajat di DIY,” ujar Kepala Kantor Perwakilan BEI DIY Irfan Noor Riza di Yogyakarta, Senin (06/09/2021).

Irfan menekankan pasar modal Indonesia dan pasar modal di daerah, khususnya di DIY dan sekitarnya diharapkan akan terus bertumbuh seiring dengan sinergi dan kolaborasi positif ini. Upaya tersebut diwujudkan dengan terciptanya inovasi-inovasi program-program kegiatan digital bersama Mitra-Mitra Edukasi yang ada yang nantinya diharapkan akan mendukung perekonomian Nasional. Seiring dengan pertumbuhan investor nasional, investor di DIY dan sekitarnya pun bertambah signifikan.

“Jumlah investor di DIY adalah 93.373 investor per Juli 2021. Jika dibandingkan dengan jumlah investor Juli 2020 lalu sebesar 54.895 investor, terdapat pertumbuhan sebanyak 38.478 investor. Suatu angka pertumbuhan yang sangat signifikan untuk ukuran DIY di beberapa waktu terakhir ini walaupun masih dalam masa pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi menambahkan berkat kegiatan edukasi masif yang dilakukan BEI bersama seluruh stakeholders Pasar Modal Indonesia, berbagai pencapaian signifikan telah diperoleh. Beberapa rekor yang tercapai sepanjang tahun lalu diantaranya adalah peningkatan jumlah SID saham maupun SID pasar modal, peningkatan jumlah investor yang aktif bertransaksi, peningkatan aktivitas investor domestik ritel dari sisi frekuensi dan nilai transaksi, bahkan kepemilikan saham tahun ini yang semakin didominasi oleh investor domestik.

“Peningkatan jumlah investor baru juga diikuti dengan meningkatnya aktivitas investor. Seluruh indikator per Agustus 2021 menunjukkan aktivitas investor meningkat, yang diantaranya adalah rata-rata investor aktif per hari mencatatkan peningkatan dua kali lipat menjadi 198.858 dari 94.704 SID dan rata-rata investor aktif per bulan turut meningkat 2.2 kali lipat menjadi menjadi 641.442 dari 293,886 SID,” paparnya.

Dengan penetrasi digital, Hasan mengatakan distribusi investor juga menjadi semakin merata dan berangsur tidak terpusat lagi di pulau Jawa. Data Juli 2021 menandakan konsentrasi investor di pulau Jawa berkurang menjadi 69 persen dari 3 tahun sebelumnya atau di 2018 yaitu 74 persen. Komposisi investor juga semakin bergerak ke usia muda, karena sekitar 80 persen investor di pasar modal merupakan milenial dan gen z.

“Berbagai pencapaian tersebut bukan suatu kebetulan. Adaptasi ke format edukasi digital juga dilakukan dengan cepat sebagai respon atas kondisi pandemi sekaligus sebagai upaya perlindungan investor. Kami telah dilakukan sebanyak 8.997 kegiatan edukasi tahun lalu,” katanya. (Ira)

BEI

BERITA REKOMENDASI