Bekas Warga Binaan Bapas Yogyakarta Jual Aneka Kerajinan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA (KRjogja.com) – Bekas warga binaan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I A Yogyakarta tampak antusias menggelar barang-barang hasil kreasinya di halaman depan balai yang berada di Jalan Trikora Yogyakarta, Jumat (25/11/2016) siang. Mereka akan mengikuti kegiatan expo selama tiga hari hingga Minggu (27/11/2016) yang tujuannya memberikan kesempatan kedua untuk membangun perekonomian pribadi usai menjalani masa hukuman.

Kepala Bapas Kelas I A, Tulus Basuki mengatakan dalam kegiatan expo tak kurang 15 eks warga binaan yang ikut serta ambil bagian. Mereka rata-rata merupakan mantan warga binaan yang tengah menjalani masa pembebasan bersyarat lantaran telah menjalani hampir seluruh masa hukuman.

"Kami memberikan kebebasan warga binaan untuk berkreasi baik itu membuat aneka kuliner dan juga kerajinan tangan, sebelumnya di Bapas mereka mulai mengembangakan kreasi-kreasi ini. Tujuannya untuk memberikan kesempatan kedua bagi mereka untuk memperbaiki perekonomian setelah selesai menjalani masa hukuman," ungkapnya.

Dalam expo ini dikatakan Tulus, eks warga binaan dengan berbagai kasus turut ambil bagian dengan membuat kreasi karya dan aneka kuliner. "Ada yang kasus narkoba, laka-lantas ada juga yang kasus pembunuhan, kami ingin membuktikan bahwa mereka bisa mendapatkan kesempatan kehidupan kedua dan berkarya secara positif," imbuhnya.

Bapas Expo yang juga baru kali pertama diadakan ini dirasa sangat pas meningat saat ini di Alun-Alun Utara sedang digunakan untum event Sekaten selama satu bulan kedepan. "Paling tidak teman-teman klien Bapas ini bisa semakin bersemangat bahwa karya mereka digemari masyarakat," ungkapnya lagi.

Bapas Kelas I A Yogyakarta sendiri saat ini menampung 340 klien warga binaan dengan berbagai kasus mulai pidana umum hingga khusus seperti kasus korupsi dan perlindungan anak. Berbagai program dilakukan untuk memberikan bekal pada warga binaan setelah selesai menjalani masa tahanan seperti pembenahan mental, rohani, kesadaran hukum hingga kemandirian. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI