Bekraf Creativ Labs, Ekosistem Kreatif Bernilai Kesejahteraan

YOGYA, KRJOGJA.com – Sejak 4 tahun terakhir, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia secara masif telah membuat 600 kegiatan bernilai kesejahteraan. Kegiatan itu sangat beragam dengan ekosistem ekonomi kreatif yang bertujuan menggali kreativitas dan berdampak kesejahteraan masyarakat. Potensi kreativitas masyarakat setelah dilakukan pembinaan, pendampingan dan diberi bantuan permodalan, dibukakan jejaring, akses pemasaran bisa melakulan perubahan yang sangat menggembirakan.

Baca Juga: ASN Yang Tersandung Dugaan Korupsi Segera Ajukan Pensiun Dini

Demikian diungkapkan Hertog Krisna Kusuma SH MSi AK, Sekretaris Utama Badan Ekonomi Kreatif /Bekraf Indonesia membuka Bekraf Creativ LABS (BCL) Subsektor Kriya tahun 2019 di Hotel Neo+ Awana Yogyakarta, Jalan MT Haryono, Mantrijeron, Selasa (27/8/2019). 

Sebelumnya Dr Nur Sahid MHum (Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian/LPPPM ISI Yogyakarta) memberi laporan pelaksanaan kegiatan tersebut. Acara tersebut juga diberi pengantar Dr St Hanggar Budi Prasetyo (Pembantu Rektor I ISI Yogyakarta) membacakan sambutan tertulis Rektor ISI Yogyakarta Prof M Agus Burhan MHum. Dalam momentum tersebut dilaksanakan pula pameran, workshop dan seminar tentang Kriya 2019. 

Menurut Hertog Krisna Kusuma, ekosistem ekonomi  kreatif  membangun jejaring dari semua lini mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat, salah satunya subsektor kriya. "Potensi kriya sejak lama tumbuh dan berkembang secara dinamis di tengah masyarakat," ujarnya. Apalagi pelaku yakni kriyawan diberi wawasan, dibukakakan jejaring dan diberi permodalan akan cepat berkembang. 

Sedangkan Dr Nur Sahid MHum dan Tri Mulyono (Sekretaris Pelaksana BCL Subsektor Kriya 2019) menjelaskan, terkait pameran bertajuk Craf for Sustainable Living dalam rangkaian Indonesian Kriya Festival/Ikrafest tahun 2019 di ISI Yogyakarta, 26-27 Agustus. Dalam pameran ini ditampilkan produk kriya unggulan berbasis riset dan pengembangan. 

Sementara seminar menghadirkan narasumber Dr Wawan Rusiawan MM (Direktur Riset dan Pengembangan Bekraf), Dr Husen Hendriyana SSn MDs (dosen dan praktisi seni kriya ISBI Bandung), Alfi Luviani SSn MFA (dosen dan praktisi seni kriya ISI Yogya), Delia Muwi Hartini (Founder Dowa), Dr Ketut Sudita MSi (dosen dan praktisi seni kriya Undiksa, Singaraja Bali) dengan kurator pameran Dr Timbul Raharjo MHum dan Dr Suprawoto.

Ditambahkan Nur Sahid, dalam rangkain acara ini diadakan Master Class di Tuban Jawa Timur bekerja sama dengan Pemkab Tuban 12-13 September mendatang berupa Temu Bisnis dan coaching Clinic untuk pengusaha dan UKM Kriya.(Jay).

BERITA REKOMENDASI