Belajar Perjalanan Kreatif di Pinasthika Creativestival

YOGYA, KRJOGJA.com – Teknologi tidak ada artinya tanpa ide kreatif. Sebab itulah, meski teknologi digital sebagai medium kekinian, namun juga komponen dalam bahtera yang harus dijalankan bersama dengan yang lain.

"Teknologi tidak bisa menggeser kreativitas. Chow Kok Keong sebagai ECD Hakuhodo Indonesia akan menjelaskan bahwa ada banyak hal yang bisa dijadikan sumber kreativitas tersebut. Bukan sekadar berserah pada teknologi. Ide masih menjadi kunci," tutur Chief Happiness Officer Pinasthika Creativestival XVIII 2017 Affi Khresna kepada KRJOGJA.com, Kamis (14/12/2017).

Menurut Chairman Pinasthika tersebut, hal itu akan dibawakan secara lebih komplit dan gamblang oleh Chow Kok Keong dalam seminar kreatif Pinasthika Creativestival XVIII 2017 dengan tema Technologi vs Ideaology, Sabtu (16/12/2017) di Monumen Jogja Kembali. Sehingga tepat kiranya jika pelaku insan kreatif ikut dalam paparan ini sebagai bekal menghadapi tantangan global.

Selain itu Putera Dwi Karunia akan berbagi bagaimana brand dapat
bercerita dan mempunyai konten yang menarik untuk diperbincangkan
menjadi sebuah kerja keras yang berbuah pada aktifnya anggota
ekosistem kreatif itu sendiri. Kolaborasi tidak bisa hanya selesai di satu kerja sama saja. Tapi perlu banyak sub kolaborasi lainnya sehingga membentuk ekosistem kreatif yang melibatkan banyak sektor berhubungan satu sama lain sehingga membuat gelombangnys lebih kuat menghadapi persaingan.

Akan ada pula Rex Marindo yang siap  memperlihatkan bagaimana ide kreatif dapat menaikkan nilai dari sebuah hal sederhana. Konsep dan kerjasama yang dilakukan Warunk Upnormal membuat sebuah perpaduan menarik dan dekat dengan masyarakat.

"Selera pasar selalu berubah mengikuti perkembangan zaman. Perlu selalu adanya kedinamisan yang diikuti dengan gerakan-gerakan kreatif lainnya. Dari latar belakang yang telah lama di industri periklanan, Lucy Novita akan bercerita tentang kreativitas Kaskus yang dikenal sebagai cikal bakal penjualan berbasis online di Indonesia," ungkap Affi.

Diki Satya yang juga berlatarbelakang advertising agency akan juga ikut bicara bagaimana GO-JEK berkiprah tentang konten kreatif yang menjadi senjata menghadapi kompetisi di era serba cepat saat ini. Sesi untuk belajar langsung dari para juri dapat berguna bagi sebuah entry layak mendapatkan gold sekaligus melihat karya yang mendapatkan
perhatian khusus dari 3 panel juri utama di kompetisi ini. (Feb/M-1)

 

BERITA REKOMENDASI