Belasan Buruh Demonstrasi Tolak UMP DIY

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Belasan buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) DIY menggelar aksi unjukrasa di simpang 0 kilometer Yogyakarta Rabu (31/10/2018) siang. Para buruh tersebut menyuarakan penolakan Upah Minimum Provinsi (UMP) DIY yang akan diumumkan 1 November 2018.

Irsyad Adi Irawan Koordinator Aksi mengatakan pihaknya menilai besaran UMP yang bakal disahkan yakni Rp 1.570.992 belum memenuhi ekspektasi para buruh DIY. Menurut dia, apabila nantinya diumumkan Pemda dinilai tidak berusaha mewujudkan tujuan keistimewaan DIY.

“Idealnya berdasar survei kami mengacu pada Permenakertrans nomor 13 tahun 2012 ya Rp 2,5 juta untuk provinsi dan 2,4 sampai 2,9 juta untuk kabupaten kota. Kalau seperti yang disampaikan ini Rp 1,5 juta ya menurut kami Pemda DIY ingin melestarikan kemiskinan di DIY,” ungkapnya.

UMP yang sebesar Rp 1,5 juta menurut Irsyad juga dinilai mencerminkan pemerintah yang tidak responsif pada permasalahan buruh. “Buruh tidak mampu mencukupi Kebutuhan Hidup Layak (KHL), keistimewaan belum tercapai untuk buruh,” sambungnya.

Sementara aksi yang hanya diikuti segelintir orang tersebut menurut Irsyad awalnya hendak dilakukan di Kantor Gubernur Kepatihan. Namun alasan perijinan buruh dan sedang direnovasinya pintu barat membuat para buruh memindahkan aksi unjukrasa di simpang empat 0 kilometer.

“Kepatihan sedang direnovasi, kalau ke pintu barat maka hanya akan sedikit masyarakat melihat aksi sehingga kami kurang maksimal menyampaikan aspirasi. Kami akan sampaikan terus aspirasi ini kedepan dan mencari cara agar upah minimum bisa meningkat,” tandasnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI