Belum Ada Rekomendasi Vaksin Covid-19 untuk Anak

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Meski beberapa vaksin telah dicobakan produsen pada anak yang pada waktu itu memang masuk kelompok yang tidak mendapatkan prioritas utama vaksin Covid-19. Namun hingga saat ini belum ada rekomendasi vaksin Covid-19 untuk anak di Indonesia.

“Anak memang masuk kategori kelompok yang tidak mendapatkan prioritas utama vaksin Covid-19 sebelumnya. Namun Indonesia kini sedang dalam proses bagaimana vaksin Covid-19 ini rekomendasinya bagi anak,” ujar Pengurus Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang DIY dan Tim Inti Covid-19 IDAI DIY dr Rina Triasih MMed (Paed) PhD SpAK dalam acara webinar dengan tema ‘Kondisi Kasus Covid-19 Anak di DIY’.

Rina menambahkan beberapa hasil penelitian produsen vaksin, di antaranya vaksin Pfizer dinyatakan aman untuk remaja 12 – 15 tahun dengan penelitian fase tiga menunjukkan efikasi 100 persen. Kemudian penelitian vaksin Sinovac di China sudah disetujui untuk diberikan ke anak usia 3 tahun ke atas.

“Vaksin Moderna masih dalam penelitian untuk bayi usia 6 bulan ke atas. Selanjutnya vaksin Novavax, AstraZeneca serta Johnson & Johnson juga dalam tahap penelitian untuk anak,” imbuh Pakar Respirologi Anak Departemen Anak RSUP Dr Sardjito FK KMK UGM tersebut.

Sementara itu Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) DIY, dr Sumadiono SpA(K) mengatakan, banyaknya anak yang terpapar Covid19 menjadi fokus perhatian dari IDAI DIY. Untuk itu sejumlah upaya dilakukan guna meminimalisasi terjadinya penularan Covid-19 pada anak mulai dari memberikan layanan terbaik, mengingatkan pentingnya penegakan Prokes serta ajakan untuk mengurangi mobilitas atau aktivitas anak di luar rumah. Pasalnya, anakanak selain korban dari penularan Covid-19 juga bisa menjadi carrier bagi keluarganya, jadi harus benar-benar dijaga.

“Sebetulnya soal vaksin pada anak, IDAI sudah mengakomodir dan menyampaikan kepada pihak yang berwenang terkait adanya masukan tersebut. Walaupun sebetulnya tim pakar dari vaksin kebanyakan adalah dokter anak. Namun semua itu butuh proses, karena pembuatan vaksin tidak sederhana dan membutuhkan waktu untuk ujicoba dan melihat efek samping di jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Jadi kita tunggu saja semoga segera ada vaksin buat anak,” paparnya.

Ditambahkannya, kasus penularan Covid-19 sudah mulai meningkat ke kategori anak-anak pada Juni 2021. Salah satu langkah yang bisa dilakukan orangtua di masa sekarang di mana Covid-19 mengancam anak-anak adalah dengan tidak boleh lengah.

Terutama dalam penegakan protokol kesehatan serta tidak mengajak anak untuk keluar rumah jika tidak diperlukan. Karena apabila anak di ajak ke tempat umum yang berpotensi menimbulkan kerumunan dikhawatirkan anak bisa tertular.

“Dalam kondisi seperti sekarang beban orangtua semakin tidak ringan. Karena selain memberikan fasilitas dan layanan terbaik, mereka harus memastikan anak aman dan bisa terhindar dari Covid19. Oleh karena itu anak harus dibiasakan untuk menegakkan Prokes dalam setiap aktivitas yang dilakukan,” terangnya. (Ira/Ria)

BERITA REKOMENDASI