Belum Punya Akta Kota Yogya, Urus Saja di Sekaten

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA (KRjogja.com) – Warga Kota Yogyakarta berusia 0-17 tahun yang belum memiliki Akta Kelahiran masih 12.000 orang. Padahal, akta kelahiran sangat penting sebagai syarat membuat Kartu Identitas Anak (KIA) yang merupakanhak anak.

Kepala Bidang Data Informasi dan Pengembangan Sistem, Dinas Kependudukan danPencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Yogyakarta Drs Deddy Feriza mengatakan, KIA memiliki fungsi hampir mirip KTP, hanya ini untuk anak berusia di bawah 17 tahun. KIA diperlukan saat anak akan berobat ke Puskesmas, mendaftar sekolah atau mengurus keimigrasian. "KIA ini sangat penting dan sekarang berlaku nasional," terang Deddy dalam acara Dialog Interaktif Bagian Humas dan Informasi Setda Kota Yogyakarta dengan KR Radio di StanKR dan Pusat Informasi PMPS, Jumat (2/12). Dialog dipandu penyiar KR Radio Arimbi.

Pemerintah Kota Yogyakarta mendorong warganya yang belum memiliki akta kelahiran untuk segera mengurusnya. Menurut Deddy, pengurusan akta kelahiran sangat mudah. Syarat yang diperlukan yakni surat kelahiran dari rumah sakit, bidan atau pihak yang membantu proses kelahiran, foto copy buku nikah, foto copy KTP orangtua, foto copy KTP saksi sebanyak dua orang. Saksi tidak perlu hadir saat pengurusan. Jika pengurusan diwakilkan orang lain perlu surat kuasa bermaterai dan foto copy KTP orang yang menguruskan tersebut.

"Namun jika lewat 60 hari setelah bayi lahir, dikenai denda Rp 50 ribu," ujar Deddy. Untuk mempermudah warga mengurus akte kelahiran, pihaknya melakukan jemput bola ke kelurahan-kelurahan. Sehingga warga tidak perlu mengurus sampai dinas tapi cukup di kelurahan. Selama Sekaten, pihaknya juga melayani pembuatan akta kelahiran di stan Disdukcapil di Anjungan Pemkot-KR. "Kita permudah masyarakat tua maupun muda untuk mengurus pembuatan akta kelahiran," pungkasnya.  (*)

 

BERITA REKOMENDASI