BEM FBS UNY Bakal Gelar Festival Bahasa dan Seni #3

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRJogja.com – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta (BEM FBS UNY) bakal menyelenggarakan even bertajuk Festival Bahasa dan Seni #3. Kegaiatan ini akan diselenggarakan pada tanggal 18-19 Desember 2021 di Pasar Seni Gabusan, Sewon, Bantul, DIY.

Kegiatan ini mengambil tema “Nuraga Jiwa” yang memiliki arti sebagai simbol yang menyatukan dan memperkuat hubungan baik raga maupun jiwa antar sesama makhluk hidup; manusia, binatang, dan tumbuhan yang akan saling menguntungkan dan saling memberi tanpa tenggang rasa.

Seperti Namanya, Festival Bahasa dan Seni #3 menampilkan berbagai pertunjukan yang spektakuler. Mulai dari penampilan musik, musikalisasi puisi, drama/teater, hingga pameran karya oleh mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni. Selain berbagai penampilan dari mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, ada juga penampilan spesial dari bintang tamu.

Terkait kondisi pandemi, panitia penyelanggara khususnya BEM FBS UNY 2021 sudah mengurus terkait perizinan, mengatur terkait protokol kesehatan, hingga pemberlakuan pembatasan pengunjung untuk acara ini.

“Kemarin kita sempat bertemu dengan pihak Dinas Kebudayaan DIY dan diberikanlah rekomendasi tempat di Pasar Seni Gabusan. Diperbolehkan dengan beberapa catatan, mulai dari adanya izin Satgas Covid tingkat kelurahan, kabupaten, diketahui Polsek Sewon, dan warga sekitar. Sekarang sudah lengkap semuanya. Semuanya memberikan lampu hijau, karena belum melampaui tanggal 24 Desember 2021 dan kita juga tetap mempertimbangkan jumlah peserta serta protokol kesehatan. Jadi walaupun offline, peraturannya harus jelas,” ujar Ketua BEM FBS UNY 2021 di Yogyakarta, Rabu (1/12/21).

Karena acara ini diselenggarakan pada masa pandemi yang menuju era new normal, maka pihak panitia penyelenggara melakukan beberapa cara untuk membatasi pengunjung yang datang. Pengunjung akan dibatasi setiap jamnya atau melakukan sistem sif atau bergiliran. Karena kegiatan ini dilaksanakan dua hari, maka untuk pengunjung per- harinya hanya 100 orang. Sebelum pukul 12.00 WIB hanya ada 50 orang, setelah pukul 12.00 WIB ada 50 orang.

Selain memberlakukan sistem sift atau bergiliran, panitia penyelenggara juga menyebar formulir untuk para pengunjung dan melakukan reservasi. Reservasi dilakukan dua hari sebelum acara dimulai. Namun, untuk Festival Bahasa dan Seni #3 masih diutamakan pengunjungnya merupakan mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni.

“Sebenarnya ingin membuka untuk umum, tapi karena ada pembatasan kita utamakan untuk teman-teman FBS.  Karena kembali ke tujuan utama tadi. Mungkin untuk #4 nanti bisa terbuka umum,” imbuh Ketua BEM FBS 2021 di Yogyakarta, Rabu (1/12/21).

Meskipun kegiatan ini diselenggarakan di tengah pandemi dengan kebijakan-kebijakan yang berlaku dan harus ditaati demi kebaikan Bersama. Seluruh panitia penyelenggara tetap tidak menghilangkan esensi dan tujuan awal diselenggarakannya kegiatan ini, yaitu sebagai panggung ekspresi untuk mahasiswa FBS, sebagai tempat untuk kembali menyambung tali silaturahmi, menyambung rasa dan karsa yang bisa dikatakan sempat terputus karena jarak sehingga tidak bisa bersua. (*)

BERITA REKOMENDASI