BEM FE UMBY Gelar Webinar Kesehatan Mental Terkait Kesulitan Finansial

Editor: KRjogja/Gus

BEM FE Universitas Mercu Buana Yogyakarta berkolaborasi dengan Rumah Harmonis platform konseling dan edukasi tentang kesehatan mental menggelar webinar bertemakan Effect of Financial Difficulties on Mental Health pada 11 Juni 2021. Kegiatan ini diikuti oleh 83 orang yang terdiri dari mahasiswa FE UMBY dan umum dengan menghadirkan pembicara Intan Nisaaul Chusna.

Sesuai dengan tema yang diangkat Intan Nisaaul Chusna mengulas mengenai keterkaitan antara kesulitan keuangan dengan kesehatan mental, serta bagaimana caranya agar menyikapi dan menghadapi permasalahan tersebut. Intan mengatakan bahwa masalah keuangan tidak bisa ditentukan oleh umur, karena masalah keuangan ini unik dan dinamis. Setiap orang pasti mengalami masalah keuangan namun tingkatannya yang berbeda-beda. Terlepas dari apa masalah keuangan yang dialami, Intan menekankan bahwa yang perlu kita sadari dan paling penting adalah bagaimana kita struggle/berjuang dalam menerima keadaan, dan bagaimana kita mengontrol emosi serta mengendalikan diri.

Masalah keuangan juga berpengaruh kepada kesehatan mental seseorang. Dimulai dari apa yang kita pikirkan dan kita cemaskan, kemudian akhirnya menjadi stress atau depresi akibat memikirkan tanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan finansial. Kondisi mental yang tidak baik ini bisa berdampak buruk juga terhadap kesehatan fisik, pekerjaan, hubungan sosial, bahkan hubungan dengan pasangan.

Dalam presentasinya, Intan menyelipkan tagline #SehatMental #SehatFinansial. Agar kita bisa tetap sehat mental selama menghadapi struggle dalam masalah keuangan, hal utama yang harus dilakukan adalah siapkan mental untuk menerima keadaan yang ada. “Ketika kita sudah berhasil melakukannya dan bisa menerima keadaan, serta lebih produktif dan optimal dalam menjalankan kehidupan, secara tidak langsung maka kita akan sehat finansial. Modal yang dibutuhkan adalah “Your Mindset, Your Plan”, apa yang kita pikirkan akan mempengaruhi tindakan kita, “ujar Intan. Intan menambahkan agar kita perlu mengenali emosi yang hadir dan terima keberadaannya, dan mengaggap sesuatu itu bersifat temporer, dan menyediakan waktu untuk menyalurkan emosi negatif.

Peserta webinar tampak antusias dalam mengikuti webinar, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan. Bahkan beberapa peserta pun memberanikan diri mereka untuk terbuka dan berbagi cerita mengenai permasalahan yang dialaminya di hadapan seluruh peserta webinar. Untuk mengakhiri webinar kali ini, Intan Nisaaul Chusna selaku pembicara memberikan closing statement yaitu “Kalau teman-teman merasa sedang tidak baik-baik saja tolong diceritakan, bukan berarti teman-teman mengumbar aib. Karena ketika teman-teman sudah mau bercerita ketika sedang tidak baik-baik saja, itu merupakan salah satu cara untuk self love dan mengenali diri sendiri,” tutupnya.

BERITA REKOMENDASI