Beni Tempelkan Kepala ke Kepala Sapi Kurban, untuk Apa?

YOGYA (KRjogja.com) – Di belakang Masjid Kauman, banyak warga berkerumun di sekitar sapi. Ada yang berdiri bahkan menaiki kursi untuk mengabadikan momen-momen terakhir sapi itu. Kenapa? 

Ternyata, sapi tersebut merupakan pemberian Sultan HB X. Meski nomor urut 10, sapi dengan berat 250 kg lebih tersebut dipotong terakhir, menunggu kesebelas sapi lainnya selesai. 

Semakin siang, area penyembelihan hewan kurban ternyata makin tampak padat. Warga ingin melihat proses pemotongan sapi Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu. Anak-anak kecil bergumam melihat besarnya sapi. Tidak sedikit anak-anak yang usil, menarik teman lainnya dan mendorongnya ke sapi. Padahal, kegiatan ini sudah menjadi agenda tahunan, namun masyarakat tetap antusias menyaksikannya. 

Sembari menunggu sapi Sultan disembelih, seorang pemuda bernama Beni (23) mendekatinya dan mengelus-elus kepala sapi. Bahkan, ia mendekatkan dan menempelkan kepalanya dengan kepala sapi guna menenangkan perasaan sapi agar tidak tegang saat dirobohkan nanti. 

Ketika panitia membacakan sapi nomor sepuluh milik siapa, sontak warga yang hadir bersorak dan bangun dari duduknya. Beberapa orang bersiap menjinakkan sapi agar tidak ngamuk dan mudah disembelih. 

"Di sini ada dua sapi dari pejabat, dari Sultan dan dari Titiek Soeharto," ungkap Ridwan Wicaksono, Ketua Panitia Penyembelihan Kurban Muhammadiyah Ranting Kauman, ketika ditemui KRjogja.com pada Senin (12/9/2016) di Masjid Kauman. 

Akhirnya, sapi milik Sultan Hamengku Bawana X selesai disembelih pukul 13.59. Setelah disembelih, hewan ternak itu dicek dulu kesehatan jantung, paru-paru, hati, organ pencernaan dan dagingnya oleh Petugas Pemeriksa Hewan Kurban. Jika dinyatakan sehat, maka sapi akan dikuliti dan dibagikan kepada masyarakat sekitar. (MG-04) 

 

BERITA REKOMENDASI