Benteng Budaya Bedah Buku ‘Ayat-Ayat Disembelih’

Editor: Ivan Aditya

YOGYA (KRjogja.com) – Benteng Budaya, sebuah lembaga seni dan budaya di Yogyakarta akan menyelenggarakan diskusi bertajuk 'Bela Negara dan Pancasila (telaah kritis buku 'Ayat-Ayat Disembelih' karya Anab Afifi dan Thowaf Zuharon)' di Gedung Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI), Jalan Kusumanegara 110 Yogyakarta, Kamis (11/8/2016). Diskusi menghadirkan sejumlah nara sumber yakni Budayawan yang juga Dosen ISI Yogyakarta Dr Aris wahyudi MHum, Dosen Fakultas Filsafat UGM Dr Singdung Cahyadi, Pengurus Gerakan Bela Negara Husni Sutekno dengan keynote speaker Anggota DPD RI Drs Afnan Hadikusumo.

Ketua Benteng Budaya Sigit Sugito mengatakan, diskusi ini dimaksudkan untuk membuka ruang dialog tentang kelompok masyarakat yang menjadi korban kekejaman kemunisme, melalui informasi dan realita yang ditulis dalam buku tersebut. Diskusi ini dikemas bukan dalam bingkai politik namun lebih menonjolkan dialog budaya.

"Keluaran dari diskusi ini yakni terbangunnya pemahaman dan kesadaran masyarakat bahwa Pancasila dan NKRI adalah utama, dibarengi semangat bela negara," terang Sigit saat bersilaturahmi di Redaksi KR, Selasa (09/08/2016).

Penulis buku Thowaf Zuharo menambahkan, meski PKI telah dibubarkan, namun ideologi komunisme masih menjadi ancaman. Ide-ide komunisme selalu menciptakan peluang, mencari ruang untuk menghancurkan NKRI dan Pancasila.

Menjadi sangat penting untuk mengangkat 'Ayat-Ayat Disembelih' menjadi sebuah pertunjukan teater untuk meng-counter issue yang saat ini gencar dilakukan anasir-anasir kiri (PKI). "Membedah buku ini merupakan salah satu bentuk dan cara masyarakat untuk menumbuhkan semangat bela negara," katanya. (R-2)

BERITA REKOMENDASI