Berat Tinggalkan Jogja, Sunarno Pilih Melatih Bibit Atlet Bulutangkis Lokal

Editor: KRjogja/Gus

Setelah tidak aktif sebagai pemain, Sunarno banting stir sebagai pelatih sambil sesekali waktu mengikuti kejuaraan kelas veteran. Klub yang sempat ditangani antara lain SBSM/PB Sinar Mataram, PB Setia Kawan, PB Bina Kartika Bhuana, PB Generasi Muda, Pusdiklat Bulutangkis Haga Bank Yogya, dan PB Osiadajo (Oentuk Indonesia Dari Jogjakarta). Selain itu, Sunarno juga tercatat sebagai pelatih PBSI Sleman, pelatih Pengda PBSI DIY, dan pelatih Pusdiklat Jaya Raya Yogyakarta.

Sunarno memiliki lisensi kepelatihan yang diakui secara nasional. Mulai dari Cercificate Pelatih Tingkat Daerah, Certificate Pelatih Nasional Tipe C, dan Cercificate Pelatih Tipe B. “Bermodalkan sertifikat melatih dan pengalaman sebagai pemain, bersyukur saya bisa menularkan ilmu bermain bulutangkis pada generasi muda,” ungkapnya.

Sunarno menyebut pemain yang pernah ditanganinya hingga akhirnya meroket di peta bulutangkis nasional dan internasional. Nama Sigit Budiarto dan Nunung Subandoro merupakan didikannya sejak masih muda, sebelum akhirnya ditarik ke Pelatnas. Sigit Budiarto bersama beberapa pasangannya berhasil ‘merajai’ sejumlah turnamen internasional. Hal sama juga ditorehkan Nunung Subandoro. Sekarang Sigit Budiarto menjadi pemandu bakat sekaligus pelatih di PB Djarum Kudus. Sedangkan Nunung Subandoro menjadi salah satu pelatih di Thailand.

Menurutnya, Sigit Budiarto itu luar biasa tekadnya untuk bisa menjadi pemain nasional dan internasional. Sewaktu terjun ke Kejurda DIY tahun 1991, di semi final lawan Nurdin Haryadi dalam posisi rubber set, Sigit Budiarto sempat ngomong kalau lapar. Kemudian Sigit Budiarto disuruh makan dulu di warung angkringan. Setelah makan dan melanjutkan pertandingan akhirnya Sigit Budiarto menang. Jika kalah saat itu, Sigit Budiarto tidak memiliki kesempatan turut berlaga di Kejurnas Medan. “Kalau sampai kalah hanya gara-gara ‘ngelih khan wagu’,” ucap Sunarno.

Bersama Bambang Suwanto, dalam kurun waktu cukup lama Sunarno melatih pemain-pemain DIY terjun di sejumlah kejuaraan, Kejurnas dan Pekan Olahraga Nasional (PON). Sekadar mengingat beberapa nama, Sunarno menyebut Teddy Supriarso, Restu Teguh Dewanto, Dody Krisna Artha, Noer Isrodin, Andrian SIM, Hendra Gunawan, Nugroho Budi Santosa, Dwi Wahyuni Endahsari, Cecelia Rusli, Eny Octaviani, dan Evi Lianawati.

BERITA REKOMENDASI