Beras Sumbang Peningkatan Garis Kemiskinan Perkotaan dan Perdesaan DIY

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRjogja.com – Badan Pusat Statistik (BPS) DIY menyatakan beras memberikan kontribusi terbesar bagi pembentukan garis kemiskinan baik di daerah perkotaan maupun perdesaan DIY pada Maret 2021. Garis kemiskinan di DIY sebesar Rp 482.855 per kapita per bulan dari hasil perhitungan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2021.

“Besaran garis kemiskinan DIY adalah Rp 482.855 per kapita per bulan. Kondisi tersebut menunjukkan adanya peningkatan sebesar 3,74 persen jika dibandingkan dengan garis kemiskinan pada September 2020 yang besarnya Rp 465.428 per kapita per bulan,” ujar Kepala BPS DIY Sugeng Arianto di Yogyakarta, Selasa (20/7).

Sugeng menyampaikan berdasarkan komponen penyusunnya, komoditas makanan masih memberikan kontribusi yang sangat signifikan dalam penentuan garis kemiskinan. Garis kemiskinan makanan (GKM) sebesar Rp 350.057 per kapita per bulan dan memberikan sumbangan sebanyak 72,50 persen terhadap pembentukan garis kemiskinan pada Maret 2021.

“Adapun garis kemiskinan non makanan (GKNM) yang tercatat Rp 132.798 memberikan kontribusi sebanyak 27,50 persen terhadap garis kemiskinan. Jika dibandingkan dengan kondisi September 2020, terjadi peningkatan sebesar 4,41 persen pada garis kemiskinan makanan dan 2,02 persen pada garis kemiskinan non makanan,” imbuhnya.

Selanjutnya, Sugeng mengatakan garis kemiskinan di daerah perkotaan tercatat Rp. 507.007 per kapita per bulan dan perdesaan Rp. 414.240 per kapita per bulan pada Maret 2021. Lebih tingginya garis kemiskinan di perkotaan daripada di perdesaan mencerminkan harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh penduduk di perkotaan lebih tinggi daripada di perdesaan.

BPS

BERITA REKOMENDASI