Berdamai Dengan Corona Butuh Aturan Baku, Gus Miftah : Warga Butuh Suri Teladan

YOGYA, KRJOGJA.com – Pandemi virus Korona (Covid-19) merupakan ujian cukup berat. Bahkan kapan selesainya pandemi, belum bisa diketahui. Namun demikian jika sampai lama, kebijakan yang diambil pemerintah diharapkan tidak menyurutkan semangat masyarakat melawan Covid-19.

Menurut Ulama Miftah Maulana Habiburrahman atau biasa Gus Miftah, jika pandemi berlangsung lama, akan menjadi ujian bagi orang-orang yang diberikan rezeki banyak oleh Allah SWT. Kalau bicara siapa yang terdampak, semua pasti terdampak.

“Himbauan pemerintah agar rakyat di rumah itu baik, harus diikuti. Tetapi pemerintah harus paham, tidak semua rakyat punya penghasilan tetap. Banyak yang punya penghasilan sehari habis dimakan sekari. Jika ini tidak dicarikan solusi ini, bahaya. Memang pandemi ini ujian yang sangat berat,” ujar Pemimpin Pondok Pesantren Ora Aji kepada KR, Senin (18/5).

Jika saat ini muncul keinginan untuk berdamai dengan Covid-19, Gus Miftah menganggap akan membingungkan masyarakat. “Ini bahasa yang sangat ambigu, apakah ini kekhawatiran pemerintah karena APBN nya habis, sehingga muncul istilah berdamai dengan korona. Sejauh ini aturan baku yang dimaksud berdamai dengan pemerintah, sampai hari ini belum ada juklak dan juknisnya,” ujar Gus Miftah.

BERITA REKOMENDASI