Berharap Happy Ending Gerai Es Krim Tempo Gelato

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Polemik merk Tempo Gelato kini masih berada di ranah hukum, menanti hasil kasasi di Mahkamah Agung (MA) setelah sebelumnya hakim Pengadilan Niaga Semarang memenangkan gugatan rekonvensi Ema Susmiyarti atas Rudy Christian Festraets. Namun begitu, Rudy menyatakan masih berharap adanya perdamaian atas kasus sengketa merk yang sempat membingungkan pecinta es krim di jejaring sosial media.

Nina Festraets, putri Rudy Festraets, mengungkap bawasanya sejak awal Tempo Gelato merupakan ide dari Briere Pascal bersama sang ayah. Namun, untuk memudahkan kepengurusan usaha di Indonesia, ia meminta bantuan nama Ema Susmiyarti sebagai pengampu secara hukum.

Kepada KRJOGJA.com, Nina menjelaskan sejak awal setelah munculnya permasalahan, sang ayah berupaya mencari solusi bersama dengan mengirimkan email secara resmi mengajak Pascal dan Ema membahas kelanjutan usaha. Namun begitu ajakan tersebut tak direspon sehingga membuat Rudy akhirnya harus melaporkan Ema secara hukum.

“Kami banyak kirim email, kita mencari solusi, sudah, tapi mereka tak pernah balas. Ema sempat bilang pada bapak saya malahan bahwa kamu tidak akan dapat apa-apa. Ya, sekarang dia (Rudy) masih kirim email kadang tapi tidak dibalas,” ungkap Nina.

Rudy menurut Nina bahkan mengaku siap menerima bagian lebih sedikit daripada Pascal dan Ema yang memang sejak awal mengurus langsung usaha Tempo Gelato. Meski begitu, secara manajerial, diakui tak lagi mungkin Pascal dan Rudy bersatu setelah munculnya permasalahan ini.

“Dari awal Pak Rudy mau cari solusi, apakah bagian saya dikurangi karena mereka kerja lebih dari saya. Seperti itu, tapi tidak tahu bagaimana pertimbangan mereka, mereka tidak respon,” sambung Nina.

Kurnia Budi Nugroho SH dan Mohammad Amin SH, Tim Kuasa Hukum Rudy Festraets, menambahkan bawasanya dalam gugatan di PN Niaga Semarang yang kini memasuki tahap kasasi di Mahkamah Agung, pihaknya mengedepankan semangat perdamaian. “Di tuntutan primer kita meminta Tempo Gelato menjadi milik Pak Rudi tapi di subsider kami sampaikan bahwa merk ini posisinya milik penggugat dan tergugat, jadi bagaimana agar kembali bisa menjadi milik berdua. Kami masih tetap ingin Tempo Gelato ini maju bersama. Kami kedepankan pendekatan perdamaian. Dari awal tujuan kami seperti itu, tapi mungkin memang belum bertemu sampai saat ini,” terang Kurnia yang diamini Amin.

Meski demikian, Nina menyatakan pihak Rudy tetap menghargai apapun keputusan Mahkamah Agung nantinya. Sang ayah pun diakui siap apabila harus kehilangan nama Tempo Gelato yang menurut dia dicetuskan oleh ayah dan ibunya.

“Bapak saya (Rudy) sudah siap kalaupun nama itu nanti jadi milik mereka, karena tempat pertama dan instagram juga resep, semua sudah tahu bapak saya yang pertama,” pungkas dia.

Sebelumnya, kuasa hukum Ema Susmiyarti, menyatakan bawasanya secara hukum kliennya memegang sertifikat merk Tempo Gelato dan Il Tempo del Gelato. Tim kuasa hukum dari Dr M Syahrul Borman, SH.,MH. dan Rekan (SAR), yang terdiri dari 4 orang Rekanannya, yaitu: Dr Siti Marwiyah,SH.,MH., Ir Ria Syahfutji Tjahjono, SH.,MH., Hartoyo, SH.,MH. dan Arief Mardiyanto, SH.,MH., mengungkap fakta bahwa sejak awal memang Briere Pascal dan Ema Susmiyarti yang menggagas adanya gerai es krim Tempo Gelato dibuktikan dengan dimenangkannya gugatan rekonvensi di PN Niaga Semarang. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI