Berharap Solusi Pandemi, Industri Siapkan Aksi Damai

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRJogja.com – Lebih satu setengah tahun pandemi Covid-19 ditambah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4, saat ini semua pengusaha dan pelaku industri wisata kehabisan amunisi. Ditambah regulasi yang mengamputasi semua akses bisnis hingga sangat sulit untuk bertahan. Karenanya mereka bermaksud melakukan aksi damai mengadukan nasib pada Pemerintah dan berharap solusi untuk bangkit dari keterpurukan masa pandemi.

“Rencana kita akan melakukan aksi damai dengan berkeliling Yogya menggunaakan bus, pariwisata tanpa penumpang,” tutur Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) DIY V Hantoro kepada KRJogja.com, Sabtu (31/7).

Hantoro menyebutkan saat ini anggota Organda DIY dengan 817 armada pariwisata berizin dan sekitar 2000an crew sudah resah dan gelisah karena sama sekali tidak ada solusi dari penerapan PPKM.

“Aksi tanpa bendera putih, tanpa yel-yel dan tanpa klakson. Saat ini yang sudah daftar sekitar 60an bus dari semua PO berpartisipasi karena semua merasakan dampaknya,” ungkap Hantoro.

Disebutkan format aksi damai masih dalam tahap pemantapan. “Hal ini kita lakukan karena Organda DIY sudah berusaha menyampaikan ke berbagai Dinas tapi tidak ada tanggapan,” keluhnya

Sedangkan Koordinator Lapangan Perkumpulan Pengusaha Malioboro dan Ahmad Yani (PPMAY) KRT Karyanto Purbo Husodo menyatakan kerugian 220 Toko Toko di seluruh Jalan Malioboro dan A Yani selama PPKM hampir sebulan ini bila ditaksir bisa mencapai Rp 100 Miliar. “Pertokoan Malioboro dan A Yani bisa memyumbang 50 persen Ekonomi Kota Yogya tetapi lumpuh karena PPKM,” keluhnya.

BERITA REKOMENDASI