Berkurban Saat Pandemi, Hindari Kerumunan dan Ikuti Protokol Kesehatan

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di masa pandemi Covid-19 membutuhkan perhatian tersendiri. Bagi masyarakat yang memutuskan untuk melakukan penyembelihan hewan kurban, harus tetap memperhatikan protokol kesehatan, yakni selalu memakai masker, rajin mencuci tangan serta menjaga jarak fisik. Tidak hanya saat menyembelih hewan kurban, tetapi juga saat menguliti hewan kurban, pemotongan daging, pencacahan, dan pengemasannya.

“Kalau soal pemotongan hewan kurban sudah diatur Kementerian Agama (Kemenag). Gugus Tugas perannya lebih pada pelaksanaan protokol kesehatan, bukan pelaksanaan pemotongan di mana dan bagaimana, karena semua itu menjadi kewenangan Kemenag. Yang jelas, pemotongan hewan dan pembagian daging kurban tidak boleh menimbulkan kerumunan dan tetap harus mematuhi protokol kesehatan,” tandas Sekda DIY K Baskara Aji di Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (1/7).

Baskara Aji mengungkapkan, penerapan protokol kesehatan secara ketat menjadi suatu keharusan yang tidak bisa ditawar saat penyembelihan hewan kurban. Salah satu bentuk dari penerapan protokol kesehatan tersebut menjaga jarak dan selalu memakai masker. Selain itu, melaksanakan pembersihan dan disinfeksi seluruh peralatan sebelum dan sesudah digunakan, serta membersihkan area dan peralatan setelah seluruh prosesi penyembelihan selesai dilaksanakan. Dalam panduan juga disebutkan, sistem satu orang satu alat.

“Saya minta jika di daerah itu dilakukan penyembelihan hewan kurban, panitia penyelenggara agar mengatur kepadatan orang, dengan membatasi warga yang hadir di lokasi, hanya panitia dan pihak yang berkurban saja,” kata Aji.

Selain itu masyarakat diminta untuk membersihkan seluruh peralatan penyembelihan sebelum dan sesudah digunakan. (Ria)

BERITA REKOMENDASI