Bertahap, Kebijakan PJJ Perlu Diselaraskan

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) perlu dilakukan evaluasi, setelah banyaknya persoalan yang muncul dalam pelaksanaannya. Selain tetap mengutamakan kesehatan, juga perlu dicarikan langkah agar berbagai persoalan PJJ bisa diatasi. Termasuk munculnya persoalan penurunan kualitas pendidikan dan kesulitan dalam pembentukan karakter siswa serta kesetaraan digital.

Untuk itu selain diperlukan perubahan sistem dalam pembelajaran PJJ agar siswa dan guru sama-sama merasa nyaman. Pemerintah dalam hal ini Kemendikbud RI harus menyelaraskan regulasi pelaksanaan PJJ dalam masa pandemi Covid-19.

“Memang dalam masa pandemi Covid-19 seperti sekarang banyak pihak yang mengatakan bahwa PJJ bisa menjadi salah satu cara efektif. Tapi bukan berarti PJJ tidak memiliki kekurangan. Adanya kekurangan dalam PJJ ini harus kita atasi dan sempurnakan. Bahkan untuk zona hijau tidak ada salahnya mulai dicoba dengan pembelajaran tatap muka meski sifatnya terbatas. Tentunya semua itu bisa dilakukan setelah mendapatkan izin dari gugus Covid dan persetujuan orangtua,” papar anggota Komisi X DPR RI, Esti Wijayanti yang tampil sebagai salah satu pembicara dalam Focus Group Discussion (FGD), Pendidikan di Hotel 101, Jumat (9/10).

Selain jajaran pimpinan redaksi SKH Kedaulatan Rakyat

, FGD menghadirkan pembicara lainnya Sekretaris Dewan Pendidikan Kota Yogyakarta, Dr H Khamim Zarkasi Putro, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Didik Wardaya, serta aktivis pendidikan dari Forum Masyarakat Yogya Istimewa (Formayo) Peduli Pendidikan, diantaranya Najib M Saleh, Dr Satoto Nayono, Tanti Nayono, Elvin Kurnia, Bony Samudra dan Susan..

Esti mengungkapkan, penyempurnaan PJJ dan pembelajaran tatap muka terbatas khususnya di zona hijau. Pihaknya juga mendesak Kemendikbud untuk menerbitkan kurikulum adaptif pembelajaran jarak jauh pada masa pandemi covid 19.

“Tentunya dengan mempertimbangkan secara komprehensif jadi tidak bisa kurikulum yang kemarin secara offline kita lakukan pembelajaran yang sehari bisa 4 sampai pelajaran bisa kita lakukan dengan dengan cara PJJ. Untuk itu kami meminta pada waktu itu supaya ada perubahan kurikulum dalam hal ini untuk menyesuaikan dengan masa pandemi Covid-19,” terangnya.

PJJ

BERITA REKOMENDASI