Berusia 5 Tahun, Si Thole Ingin Jadi Inspirasi Shuttle Wisata di Yogya

YOGYA, KRJOGJA.com – Shuttle wisata jeron beteng, Si Thole merayakan ulang tahun ke-5, November 2019 ini. Sembilan armada saat ini setia mengantarkan wisatawan dari Taman Parkir Ngabean ke destinasi wisata unggulan jeron beteng seperti Taman Sari-Kraton-Taman Pintar. 

Shuttle Si Thole dikelola Forum Komunitas Alun-Alun Utara (FKAAU). Komunitas tersebut dahulu mayoritas mengelola lahan parkir di Alun-Alun Utara yang sempat resah kehilangan pekerjaan lantaran adanya revitalisasi kawasan pusat kota Yogyakarta. 

Dari hanya 5 armada dengan mobil Grandmax yang dicat aksen hijau yang didapat dari menggadai sertifikat rumah senilai Rp 1 miliar, kini Si Thole berkembang menjadi 9 unit. 4 unit terbaru menggunakan mobil jenis minibus yang dikustom sehingga lebih proporsional untuk angkutan wisata. 

Hamam Arif Romas, Pengelola Si Thole mengungkap di usia lima tahun ia berharap angkutan shuttle yang dikelola mandiri sejak awal ini bisa berkembang dengan lebih baik lagi. Dukungan dari Pemerintah Kota Yogyakarta termasuk Dinas Perhubungan dan Kepolisian diharapkan bisa didapatkan hingga kualitas layanan pada wisatawan semakin maksimal. 

“Misalnya saja rute kami dari Ngabean ke Taman Sari lalu Kraton dan BI (Senopati) bisa aman, dalam artian tidak macet. Ini sangat penting karena kami membawa wisatawan yang ingin menikmati kawasan Kota Yogyakarta khususnya Jeron Beteng. Mudah-mudahan kedepan sinergi dengan berbagai pihak bisa terjalin dengan baik,” ungkapnya pada KRjogja.com Sabtu (29/11/2019). 

Dalam satu hari dengan 9 armada, Si Thole kini bisa mengangkut 400-an wisatawan dari Taman Parkir Ngabean menuju Taman Sari dan Kraton Yogyakarta. Pada akhir pekan atau hari libur, jumlahnya bisa naik tiga kali lipat hingga 1.500 wisatawan perhari. 

“Minimal itu perhari 400 wisatawan kami angkut, dengan keterbatasan armada kami tentu saja. Ada harapan juga kedepan bisa tambah armada dan mungkin rute bisa diperlebar agar wisatawan lebih nyaman berpindah dari satu lokasi wisata ke lokasi lainnya,” imbuh Hamam. 

M Arri Rusdiyantara, salah satu inisiator Si Thole ditemui terpisah mengungkap shuttle wisata tersebut memang sejak awal digagas untuk membangkitkan perekonomian komunitas masyarakat yang terkena dampak penataan kawasan Alun-Alun Utara. Menurut Arri, Si Thole terbilang sukses dan mampu mengembangkan diri hingga akhirnya komunitas FKAAU bisa mandiri secara ekonomi. 

“Mungkin dulu tidak dipungkiri teman-teman bekerja belum selaras dengan perundangan yang berlaku, namun dengan adanya Si Thole ini mereka bisa berusaha mandiri secara ekonomi yang sesuai dengan aturan. Semangat ini sebenarnya yang ingin kita tumbuhkan dan selama lima tahun ini ada hasilnya,” ungkapnya ketika berbincang dengan KRjogja.com. 

Kini, dengan rencana penataan Kota Yogyakarta kedepan dengan wacana larangan bus pariwisata besar masuk ke dalam kota, shuttle-shuttle macam Si Thole ini sangat potensial dikembangkan. Keterlibatan komunitas-komunitas masyarakat lainnya menurut Arri sangat mungkin diakomodasi sehingga memunculkan sinergi demi membangun pariwisaya Yogyakarta yang nyaman sekaligus masyarakat guyub rukun. 

“Mungkin Si Thole dengan sistemnya ini bisa jadi inspirasi, namun harapannya akan tumbuh shuttle-shuttle wisata lain yang saling melengkapi mungkin bukan hanya dari FKAAU tapi komunitas lain. Semua bersinergi, guyub rukun untuk memajukan pariwisata Yogyakarta. Menurut saya, se-premannya orang, ketika ia mulai terjun ke dunia pariwisata pasti akan melunak dan ramah. Di sisi lain, masyarakat semakin guyub rukun tak lagi membedakan itu hijau, merah atau warna-warna lainnya,” sambung Arri. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI