BHA Wadah Alumni Berbakti untuk Almamater

TERHITUNG sejak 30 Desember 2015, lulusan SMP Negeri 8 Yogyakarta sejak angkatan 1963 hingga 2017 telah memiliki ikatan alumni yang dinamakan Bhakti Hasta Ayodya (BHA). Selaras dengan nama yang digunakan, paguyuban alumni ini didirikan dengan semangat untuk berbakti.

"Berkumpulnya para alumni dilandasi semangat untuk berbakti pada almamater, baik sekolah, guru, karyawan dan lainnya yang telah memberikan pendidikan akademik dan karakter kepada kami. Saatnya kini alumni untuk membalas budi tersebut meski sebenarnya tidak ada harga yang mampu menandingi budi baik itu," tutur ketua BHA sekaligus pendiri ikatan alumni ini, Bimo Heru Fitranto kepada KRJOGJA.com, Sabtu (07/10/2017).

Wujud bakti ini sudah direalisasikan dalam beberapa bentuk kegiatan, seperti bakti sosial, donor darah dan pengumpulan hewan kurban untuk disumbangkan. Kegiatan ini juga sekaligus guna menyemarakkan event akbar Temu Lintas Angkatan (Lintang) Alumni SMPN 8 Yogyakarta di Gedung Grha Sabha Pramana UGM, Minggu (8/10) mulai pukul 08.00 WIB.

Baca Juga :

Bakti Sosial Semarakkan Temu Lintang Alumni SMPN 8 Yogya

SMPN 8 Yogyakarta Sarat Prestasi

"Kami juga akan berikan dukungan untuk melengkapi sarana prasarana di sekolah, seperti untuk pendidikan dan lainnya. Seperti halnya dukungan pengadaan buku sebagai upaya memberikan literasi pada siswa sekaligus meningkatkan minat baca," lanjut Bimo.

Namun demikian, bakti dari alumni dalam lingkup BHA tidak hanya berhenti di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar. BHA juga ingin menunjukkan bakti untuk negeri dengan mengajak siswa-siswi yang masih duduk di bangku SMPN 8 Yogyakarta untuk turut andil mengharumkan nama bangsa.

"Tim sains SMPN 8 Yogyakarta memiliki prestasi bagus. Harus didukung dengan segenap kemampuan. Melalui mereka, kami bisa turut membangun negeri. Sebab mereka inilah masa depan bangsa. Harapannya adik-adik kami dapat memiliki karakter yang kuat sebagai dasar memegang estafet kepemimpinan agar bangsa dan negara ini lebih maju lagi," tegas Bimo.

Selain itu, kekuatan dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) ini harus diimbangi dengan keimanan dan ketakwaan (imtak) kepada Tuhan YME. Hal ini yang sudah dilakukan SMPN 8 Yogyakarta untuk menghasilkan lulusan yang pintar dalam akademik, tapi juga berkepribadian kuat dalam keberagamaan. (Feb)

BERITA REKOMENDASI