BI Cermati Stabilitas Makroekonomi dan Sistem Keuangan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Bank Indonesia (BI) DIY memperkirakan kinerja pertumbuhan ekonomi DIY pada Triwulan IV 2020 akan kembali melanjutkan tren peningkatan. Sebab berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi DIY menunjukkan pemulihan pada Triwulan III 2020.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY Hilman Tisnawan mengatakan realisasi pertumbuhan PDRB DIY naik 9,24 persen (qtq), setelah dua triwulan berturut turut mengalami kontraksi secara triwulanan. Namun demikian bila melihat secara tahunan, ekonomi DIY triwulan III masih mencatatkan kontraksi 2,84 persen (yoy).

“Kinerja perekonomian DIY ini, lebih tinggi jika dibandingkan Nasional dan Jawa, masing-masing kontraksi 3,49 persen (yoy) dan 4 persen (yoy). Ditambah hasil survei, optimisme pelaku usaha dan masyarakat saat ini semakin meningkat,” kata Hilman di Yogyakarta, Jumat (06/11/2020).

Hilman menjelaskan Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) menunjukkan kegiatan usaha pada Triwulan IV 2020 memiliki Saldo Bersih Tertimbang (SBT) 4,64 persen, lebih tinggi dibandingkan realisasi SBT pada Triwulan III 2020 sebesar 1,39 persen. Dari Survei Konsumen pada Oktober 2020 menunjukkan optimisme masyarakat semakin meningkat, di mana Indeks Kondisi Ekonomi di DIY berada pada level 61,83, lebih tinggi dari level 60,33 pada bulan sebelumnya.

“Sebagai upaya menopang pertumbuhan ekonomi di DIY di tengah pandemi Covid-19, masih diperlukan gotong royong seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Wakil Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY ini mengungkapkan beberapa hal penting yang perlu dilakukan untuk mempercepat recovery ekonomi antara lain recovery ekonomi tidak bisa terlepas dari aspek kesehatan. Seluruh pihak harus terus fokus, karena upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 belum berakhir.

“Ekonomi tidak akan berjalan apabila aspek kesehatan diabaikan. Penemuan vaksin tidak akan langsung menyelesaikan masalah, hingga seluruh masyarakat telah sukses tervaksinasi,” tandasnya.

Optimalisasi belanja pemerintah sebagai daya ungkit roda perekonomian. Secara siklus belanja pemerintah di akhir tahun akan cenderung besar. Selain itu juga masih terdapat ruang dari dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dapat direalisasi hingga akhir tahun. Hal ini penting untuk menjadi tumpuan pemulihan ekonomi. Upaya recovery ekonomi memerlukan biaya yang tidak sedikit, untuk memberikan stimulus kepada masyarakat miskin, UMKM, hingga pelaku usaha.

“Perlu kolaborasi seluruh pihak agar memastikan stimulus dapat diberikan secara adil dan menjangkau berbagai pihak. Mengambil momentum dari pandemi untuk mempercepat transformasi digital. Penting bagi seluruh pihak untuk berkolaborasi agar memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam perubahan menuju peradaban baru ini,” terang Hilman.

BI DIY akan terus memperkuat koordinasi ini dengan Pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Perumusan kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh akan selalu dilakukan secara prudent dan akuntabel, sehingga dapat menjaga stabilitas perekonomian, serta menopang pertumbuhan ekonomi DIY tetap baik dan berdaya tahan. (Ira)

BERITA REKOMENDASI