BI Dukung Akselerasi Dan Perluasan Elektronifikasi

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRjogja.com – Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah terus mengembangkan elektronifikasi bantuan sosial (bansos), transaksi pemda dan moda transportasi. Hal ini untuk meningkatkan layanan publik, transparansi dan efisien saat ini. Situasi pandemi Covid-19 juga turut meningkatkan akseptasi transaksi non tunai di Indonesia.

Deputi Kepala Perwakilan BI DIY Miyono mengatakan banyak perubahan yang terjadi khususnya ekonomi dan keuangan digital dalam lima tahun terakhir ini. Digitalisasi hadir di setiap sendi perekonomian dan mengubah pola transaksi masyarakat, termasuk pembayaran dan keuangan. Pemerintah menargetkan Indonesia berada dalam jajaran High Income Country dan memiliki pertumbuhan ekonomi yang kuat, seimbang, inklusif dan berkelanjutan.

“Salah satu yang dilakukan adalah integrasi ekonomi dan keuangan digital. Hal ini dapat dicapai dengan percepatan dan perluasan elektronifikasi,” ujarnya di Yogyakarta, Minggu (11/4).

Miyono menyatakan BI telah menerbitkan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025 pada 2019 lalu guna mendukung integrasi ekonomi keuangan digital. Visi BSPI diterjemahkan lima kebijakan dan inisiatif utama untuk mendorong industri yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.

“Targetnya membawa 91.3 juta penduduk unbanked dan 62,9 juta UMKM ke dalam ekonomi dan keuangan formal secara sustainable melalui pemanfaatan digitalisasi pada 2025 mendatang,” tegasnya.

BI

BERITA REKOMENDASI