BI Naikkan Suku Bunga Acuan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Bank Indonesia (BI) kembali mengeluarkan dan menerapkan bauran kebijakan dalam mengatasi pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Satu di antaranya adalah menaikkan suku bunga 7 Days Reverse Repo Rate hingga mencapai 5,75 persen.

”Level ini konsisten dengan upaya menurunkan Current Account Deficit (CAD) atau defisit transaksi berjalan yang dialami Indonesia dan tetap memberikan daya tarik kepada investor untuk menanamkan dananya berinvestasi di rupiah,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY Budi Hanoto.

Ditegaskan, BI juga selalu hadir di pasar dalam melakukan intervensi dan mengarahkan nilai tukar rupiah pada level fundamentalnya. Perkembangan rupiah saat ini harus dilihat secara relatif. Artinya jangan dilihat level nilai tukarnya, tetapi dilihat tingkat depresiasinya dan tingkat depresiasi negara lain serta volatilitasnya.

”Sejauh ini depresiasi rupiah kita kurang dari 9 persen dan masih lebih rendah dibandingkan peer countries seperti Turki, Brazil, Afrika Selatan yang sampai 50 persen, Chili dan India sekitar 11 hingga 12 persen. Fluktuasi rupiah relatif terkendali di bawah 8 persen,” ungkap Budi.

Ditambahkan, melihat sumber pelemahan rupiah yang lebih disebabkan sentimen pasar akibat ketidakpastian global, maka ketahanan fundamental ekonomi dan pasar keuangan Indonesia baik pasar rupiah dan valuta asing (valas) menjadi sangat penting dan prioritas.

”Defisit transaksi berjalan kita masih OK, karena masih di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB),” tandas Budi, BI mendorong agar sumber-sumber pemasukan devisa dari ekspor, pariwisata dan remitansi perlu digenjot saat ini.

Di sisi lain, BI akan tetap menjaga likuiditas dalam jumlah yang cukup. ”Sejauh ini dampak kebijakan BI sudah kelihatan dengan adanya aliran modal masuk,” pungkas Budi. (Ira)

BERITA REKOMENDASI