BI Optimis Ekonomi DIY Masih Melanjutkan Pertumbuhan

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRjogja.com – Bank Indonesia (BI) meyakini Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat berdampak terhadap sektor perekonomian karena dipastikan produktivitas menurun. Namun secara spesifik, PPKM Darurat ini hanya berdampak pada sektor tertentu. PPKM Darurat yang semula berakhir 20 Juli 2021, kini diperpanjang hingga 25 Juli 2021. Setelah itu, akan dilakukan pembukaan aktivitas ekonomi secara bertahap dan hati-hati dengan catatan apabila kasus terkonfirmasi Covid-19 turun.

Deputi Kepala Perwakilan BI DIY Miyono mengatakan tingkat penyebaran virus Korona di DIY mencatatkan rekor tertinggi beberapa waktu terakhir ini, sebaliknya gelombang pandemi Covid-19 di dunia justru tengah melandai. Untuk itu, diharapkan puncak kasus Covid-19 sudah terlewati dengan adanya PPKM Darurat, sehingga Indonesia mendapat banyak sorotan saat ini.

“Sektor yang paling tertekan dari PPKM Darurat ini adalah transportasi serta sektor akomodasi, makan dan minum. Sektor perdagangan dan industri pengolahan diperkirakan mengalami tekanan dari pembatasan ini, tetapi dampaknya dapat diminimalkan melalui digitalisasi,” ujarnya di kantornya, Kamis(22/7).

Miyono menyatakan adapun sektor konstruksi, pertanian maupun informasi dan komunikasi (infokom) yang menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi DIY pada triwulan I 2021, relatif tidak terlalu terpengaruh. BI telah melakukan simulasi potensi dampak dari PPKM Darurat yang ditetapkan pemerintah terhadap kondisi ekonomi DIY. Simulasi yang digunakan merupakan kombinasi pendekatan tools Computable General Equilibrium (CGE) dan ekonometrika model Error Correction Model (ECM).

“Skenario pertama yang kami gunakan adalah asumsi dari PPKM Darurat yang diberlakukan sejak 3 sampai dengan 20 Juli 2021 terhadap proyeksi ekonomi DIY. selanjutnya, kami melakukan simulasi dampak skenario kedua apabila kondisi pembatasan PPKM Darurat diperpanjang hingga Agustus 2021,” katanya.

Hasil simulasi skenario pertama, dituturkan Miyono menunjukan PPKM Darurat memiliki dampak yang terbatas pada perekonomian DIY. Ekonomi DIY pada 2021 berpotensi tumbuh pada kisaran 4,5 sampai 5,3 persen dengan titik tengah berada pada kisaran 4,9 persen. Namun apabila PPKM Darurat diperpanjang hingga Agustus 2021, maka ekonomi DIY berpotensi turun pada range dibawah proyeksi.

“Kami meyakini ekonomi DIY masih akan melanjutkan pertumbuhan ekonomi pada kisaran 4,4 hingga 5,4 persen (yoy) pada 2021 mendatang,” tegasnya. (Ira)

 

BI

BERITA REKOMENDASI