Bidik Emas, Atlet Panjat Tebing PON DIY Padatkan Latihan

Editor: Agus Sigit

YOGYA KRjogja.com – Latihan Persiapan atlet panjat tebing DIY untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua semakin dipadatkan.Ini semuanya dilakukan tim atlet panjat tebing DIY, karena semakin dekatnya waktu penyelenggaraan PON Papua yang akan dihelat Oktober 2021.

Dalam pemusatan latihan daerah (Puslatda) cabor panjat tebing DIY yang disiapkan untuk PON Papua, ada tiga atlet yang ikut latihan. Ketiga atlet panjat tebing DIY tersebut meski dalam kondisi PPKM akibat pandemi covid-19 tetap menjalani latihan.Bahkan latihan dilaksanakan lebih masif lagi setiap pagi dan sore hampir setiap hari kecuali Minggu.

“Latihan Tim panjat tebing DIY mendekati PON Papua lebih intens lagi. Kita mengadakan latihan pagi dan sore. Kita tidak melakukan latihan hanya pada Minggu.Sedangkan untuk hari biasa dari Senin hingga Sabtu , para atlet panjat tebing DIY menjalani latiUhan pagi dan sore. Untuk setiap sesi latihan pagi berlangsung selama tiga jam, mulai pukul 08.00. Begitu pula untuk sesi sore hari juga berlangsung selama tiga jam mulai pukul 14.00,”ujar Sultoni Sulaiman, pelatih Tim PON panjat tebing DIY di venue panjat tebing kompleks Stadion Mandala Krida Yogya,Kamis (12/8).

 

Lebih lanjut dikatakan Sultoni,dari tiga atlet panjat tebing DIY yang menjalani latihan, satu di antaranya pemanjat tebing Sukma Lintang Cahyani belum bisa bergabung dengan dua rekannya Rahmayuna Fadillah dan Dyah Puspitaningtyas di venue Mandala Krida,karena atlet terkait hingga kini masih menjalani pelatnas di Jakarta.Namun akhir Agustus 2021 ini Sukma Lintang direncanakan sudah pulang ke Yogya dan bergabung dengan atlet pemanjat tebing DIY lainnya.

“Dalam menjalani puslatda, saya dibantu satu orang pelatih Fitriyani dan dua ofisial Septi Sancoko dan Ryan Windi Atmaja. Dalam PON Papua nanti, atlet panjat tebing DIY ditargetkan KONI DIY bisa meraih satu medali emas,” sambung Sultoni.

Menurut Sultoni, dalam PON Papua nanti, atlet panjat tebing DIY akan mengikuti nomor pertandingan speed (kecepatan) dan relay (beregu). “Dari dua nomor ini atlet panjat tebing DIY berpeluang merebut medali emas,” papar Sultoni.

Tentang peta persaingan masing-masing provinsi guna memperebutkan medali emas diakui Sultoni bakal ramai. Pasalnya sudah lebih dari dua tahun tidak ada kompetisi panjat tebing karena pandemi. “Namun biasanya lawan yang cukup tangguh datang dari Jateng dan Jatim,” pungkas Sultoni.

Disebutkan, selama menjalani Puslatda panjat tebing di venue kompleks Stadion Mandala Krida, pengurus KONI DIY di antaranya Ketum KONI DIY Prof Dr H Djoko Pekik Irianto MKes AIFO bersama jajarannya terus melakukan monitoring atlet panjat tebing DIY . (Rar)

 

BERITA REKOMENDASI