Bincang Kanal Diplomatik, Untaian Nada Bersama Sekdilu X

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Sabtu malam 16 Oktober 2021 telah memberikan kesan tersendiri bagi peminat, pemerhati dan praktisi politik luar negeri RI. Dalam kaitan ini Java Tea House di Yogyakarta telah mengawali proyek musik online dengan mengadakan diskusi masalah internasional. Agar suasana dilakukan secara santai dan informal, program dikemas dengan menghadirkan musik, dimana diplomat juga menghibur pemirsa dengan sajian musik.

Para alumni Sekolah Dinas Luar Negeri (Sekdilu) Angkatan X tmelakukan kerjasama dengan Java Tea House untuk melakukan webinar dengan menghadirkan beberapa diplomat senior sebagai nara sumber. Sementara itu pihak Java Tea House menyediakan teknologi online untuk penyiaran termasuk livestreaming lewat Youtube.

Disebutkan oleh Prof. Dr. Laksono Trisnantoro, Direktur Java Tea House bahwa upaya perdana ini merupakan kebanggaan dan  kehormatan bagi Java Tea House Music Club untuk menyiarkan acara bincang dengan diplomat RI.

”Kami mendukung tujuan kegiatan malam ini untuk memberikan gambaran tentang ruang lingkup tugas sebuah profesi yang challenging yaitu diplomat. Dengan demikian acara ini harapannya dapat dinikmati masyarakat umum secara live atau rekamannya di Youtube,” sambut Prof Laksono yang akrab dipanggil Mas Coco ini.

Lebih lanjut disampaikan mengapa diplomasi sangat penting. Hal ini mengingat bahwa pada masa pandemik ini peran dan kobtribusi diplomat luar biasa. ”Ibu Menlu telah melakukan diplomasi vaksin sehingga Indonesia termasuk negara besar yang saat ini vaksinasinya baik. Juga  saat ada krisis oksigen dan obat-obatan.. peran para diplomat sangat kuat,” ujar Prof Laksono yang juga Staf Khusus Menkes ini.

Berikutnya juga disampaikan bahwa JTH Music Club, sebelumnya adalah kafe kecil yang aktif bermain sejak sebelum pandemik. (www.javateahouse.id). Ketika pandemik kafe tutup sehingga musisinya tidak bisa mendapat income.

Oleh karena itu dikembangkan music online dengan bahasan musik secara mendalam serta isu-isu sosial budaya. Hasilnya sangat menarik. ”Kami telah berjalan hampir 2 tahun. Pendapatan musisinya meningkat 3 kali lipat. Tentunya dengan dukungan filantropis,” jelasnya.

Sementara itu bagi para alumnus Sekdilu Angkatan X acara ini adalah suatu momentum untuk melakukan refleksi dengan menampilkan kebersamaan anggota SSX dalam pengabdian mereka selama 37 tahun. Acara disajikan dengan santai yaitu dialog diselingi dengan sajian musik.

Menurut Ketua Sekdilu Angkatan X (SSX), E.D. Syarief Syamsuri acara Bincang ”Perjalanan SSX” diharapkan menjadi pembelajaran yang bermanfaat bagi masyarakat terutama peminat hubungan internasional dan generasi penerus. Turut memberikan sambutan adalah salah satu alumnus SSX, Etti D. Husin.

Penyelenggaraan acara juga menghadirkan mantan Menlu RI, Dr. Hassan Wirajuda dan Dubes Soemadi Brotodiningrat selaku mentor dan senior SSX. Mereka memberikan testimoni dan harapan mereka tentang kinerja SSX selama mengabdi di Kemlu dan Perwakilan dan harapan bagi para diplomat penerusnya.

Acara dipandu secara piawai oleh MC/presenter Annisa Paramita, seorang diplomat muda, dan berhasil mendapat perhatian dari ratusan pemirsa dari berbagai kalangan. Umumnya para pemerhati dan pengamat politik luar negeri serta diplomat RI di berbagai negara. Beberapa pusat studi hubungan internasional di Tanah Air juga bergabung dalam acara yang padat dan berlangsung hampir 2,5 jam tersebut.

Setelah mendengar ulasan tentang SSX dan harapan dari para senior, diskusi membahas capaian politik luar negeri RI. Hal ini mencakup isu pentingnya pengakuan terhadap keberagaman di Indonesia dan peningkatan peranan kaum perempuan.

Hadir para nara sumber SSX yaitu mantan Kepala Perwakilan RI dari mancanegara, yaitu: A.M. Fachir, A. Agus Sriyono, Trie Edi Mulyani, Darmansjah Djumala dan Bagas Hapsoro. Acara berlangsung dengan santai dan rileks. Dalam kesempatan tersebut SSX membawakan 9 lagu baik berupa paduan suara dan solo. Semuanya dibawakan oleh para diplomat termasuk salah satu mentor SSX, yaitu Dubes Soemadi Brotodiningrat yang menyanyikan tembang ”I’m in the mood for love” dengan irama kroncong. (*)

BERITA REKOMENDASI