Binmas Preventif Ciptakan Stabilitas Kamtibmas

Editor: Ivan Aditya

DALAM urusan menciptakan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtivmas), diyakini upaya pencegahan (preventif) tidak kalah pentingnya dengan penindakan (represif). Terkait hal itu, di kepolisian ada satuan fungi tersendiri yang bertugas untuk selalu dekat dengan masyarakat, yakni Satuan Pembinaan Masyarakat (Binmas), baik di tingkat Mabes Polri, Polda, Polresta/Polres, sampai ke tingkat Polsek.

Prinsip sederhana yang senantiasa dipegang di jajaran Binmas, salah satunya laksanakan tugas secara tuntas atas perintah pimpinan dan segera laporkan hasilnya. Hal itulah yang diyakini oleh Kepala Unit Pembinaan Masyarakat (Kanit Binmas) Polsek Godomanan Polresta Yogya Polda DIY, AKP Joko Triyono (58) yang tidak lama lagi akan memasuki masa purna.

Meski akan segera memasuki masa purna, namun semangat kerja Joko Triyono tidak mengendor. Dirinya ingin memberi teladan kepada anggota muda, mengabdi kepada bangsa dan negara harus dilakukan secara total, termasuk ketika menjelang pensiun. Apa yang menjadi tekad Joko Triyono mendapatkan acungan jempol dari Kapolsek Gondomanan AKP Andhies Fitriya Utomo ST SIK.

Prinsip itu dpegang Joko Triyono tidak lepas dari ‘wasiat’ ayahnya yang juga berprofesi sebgagai polisi, Iptu (alm) Madiroen. Karenanya, selepas pendiidkan Secaba Milsuk 1984/1985 di SPN Banyubiru dan penugasan pertama kali Juni 1986 sebagai Babhinkamtibmas di Polsek Gondomanan prinsip itu terus dipegang erat hingga sekarang.

Sebagai Kepala Unit (Kanit) Binmas, Joko Triyono selalu berusaha dekat dengan masyarakat dan menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, tujuannya untuk menciptakan stabilitas kamtibmas. “Berbagai upaya harus dilakukan mulai dari penyuluhan hingga menyambangi wilayah-wilayah di Kecamatan Gondomanan dengan tujuan mengkondisikan kedekatan polisi dengan masyarakat,” ujar Joko Triyono, Rabu (17/11/2021).

Joko Triyono memang tergolong sebagai Kepala Unit (Kanit) Binmas yang menomorsatukan pekerjaan. Meski demikian, sebagai kepala keluarga, dirinya juga tidak begitu saja mengabaikan peran dan tanggungjawabnya.

Joko Triyono juga memiliki prinsip, sebagai laki-laki dirinya tidak boleh gagal sebagai suami dan tidak boleh gagal sebagai ayah bagi anak-anaknya. Apa yang diyakini Joko Triyono didukung penuh istrinya, Endang Mulyani dan ketiga anaknya Andria Verasati SKom, Soni Dwi Sandi SKom, dan Aldi Bangkit Nigraha.

Sebagaimana tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang dibebankan di pundaknya, Joko Triyon berusaha memberikan konstribusi riil kepada institusi tempat dirinya mengabdikan diri. Joko Triyono menyadari penuh bahwa dirinya harus menjalin kemitraan dengan berbagai pihak yang ada di wilayah tempat kerjanya.

Semisal, melakukan koordinasi dengan seluruh sekolah yang ada di wilayah Gondomanan untuk mencegah para pelajar terjerumus dalam tindakan yang tergolong pelanggaran hukum, mulai dari kejahatan jalanan hingga penyalahgunaan narkoba. Tidak hanya itu, Joko Triyono juga berhasil menjalin kemitraan dengan beberapa pengusaha untuk berperan serta dalam pengadaan sarana dan prasarana di Mapolsek Gondomanan. di antaranya membangun aula dan masjid.

Apa yang dilakukan Joko Triyono murni sebagai Kanit Binmas, bukan sebagai pribadi. Dengan demikian dirinya bisa mempertanggungjawabkan langkah-langkah yang ditempuhnya kepada pimpinan. “Segala sesuatu yang saya lakukan tentu tidak lepas dari posisi sebagai Kanit Binmas, bukan atas nama pribadi,” ujar Joko Triyono.

Hasil keseriusan dalam menekuni profesi sebagai polisi, ternyata membuahkan hasil yang patut disykuri. Joko Triyono pernah menerima penghargaan Bintang Bhayangkara Narariya (Juni 2009) dan Piagam Juara II Lomba Bhabinkamtibmas se-Polda DIY dalam rangka HUT BHayangkara (2008). Tentu hasil itu tidak lepas dari pendidikan kejuruan yang pernah dijalaninya, mulai Dikjur Bhabinkamtibmas di SPN Banyubiru (2004) dan Dikbangspes Inpektur Binmas dalam tahun yang sama. “Hampir 75 persen selama karie saya di kepolisian, saya bergulat di Binmas,” kata Joko Triyono. (Haryadi)

BERITA REKOMENDASI