Bioinformatika Berguna untuk Deteksi Kanker

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Bioinformatika, ilmu yang menggabungkan antara biologi dan informatika mulai dikembangkan di negara-negara maju. Ilmu ini banyak digunakan dibidang kesehatan untuk mengelola informasi biologis terutama DNA manusia melalui komputasi (algoritma tertentu). Hasilnya dimanfaatkan dokter dalam menentukan tindakan pengobatan yang tepat.

Demikian diungkapkan mahasiswa program doktoral Tokyo Institute of Technology Japan, Bharata Kalbuaji ST MEng saat menjadi dosen tamu dalam kuliah umun bertema 'Bioimformatika' di Executive Room Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta, Kamis (03/05/2018). Pembicara lain peneliti di Tokyo Institute of Technology Japan, Dr Muhammad Kunta Biddinika diikuti puluhan mahasiswa Program Studi Teknik Informatika UJB Yogyakarta.

Menurut Bharata, dalam DNA manusia, tersimpan informasi genetik yang terdiri sekitar dua milyar keping kombinasi huruf ATGC yang merupakan asam nukleat sebagai pembentuk DNA. Milyaran kombinasi itu kemudian dibaca menggunakan rumus algoritma komputasi untuk mengetahui fungsi dari sel-sel dalam tubuh.

"Ketika ditemukan ada perbedaan dalam susunan kode huruf DNA, itu menandakan ada kejanggalan dalam sel, bisa jadi karena sel telah bermutasi menjadi sel kanker," katanya.

Dijelaskan Bharata, pemanfaatan bioteknologi paling banyak untuk mendeteksi dini kanker payudara. Salah satunya bintang film ternama asal Amerika, Angelina Jolie yang memutuskan mengangkat payudaranya karena diketahui ada potensi kanker setelah dideteksi melalui bioinformatika.

"Kedepan bioinformatika tidak hanya untuk mendeteksi dini kanker payudara, tapi juga penyakit lain, sekaligus untuk menentukan obat yang tepat," katanya.

Meskipun bioinformatika telah berkembang pesat di negara-negara maju seperti Jepang dan Amerika, namun di Indonesia masih sedikit perguruan tinggi yang mengajarkannya. Melihat potensi besar bioinformatika di masa depan, Universitas Janabadra Yogyakarta berniat menjadikan bioinformatika sebagai salah satu bidang keahliah unggulan di Prodi Informatika.

Wakil Dekan Fakultas Teknik UJB Yogyakarta Dr Eng Mochamad Syamsiro didampingi Ketua Program Studi Teknik Informatika UJB Ryan Ari Setyawan SKom MEng mengatakan, UJB punya semua modal yang dibutuhkan untuk mengembangkan bioinformatika. Seperti komputasi, algoritma, probabilitas, statistik, programming dan ketersediaan sever.

"Memang bioinformatika ini masih baru. Tapi bagi kami menjadi cikal bakal untuk dikembangkan sebagai salah satu keunggulan Universitas Janabadra," katanya. (Dev)

BERITA REKOMENDASI